ISTERI NUSYUD (INGKAR, ATAU LARI DARI SUAMI) TIDAKLAH HILANG HAKNYA MENDAPATKAN BARANG-BARANG GONO-GINI (HARTA SEHAREKAT) YANG DIPEROLEHNYA SEMASA PERKAWINAN
Menurut hukum adat, meskipun seorang isteri nusyud (ingkar, atau lari dari suami) tidaklah hilang haknya untuk mendapatkan bagiannya dari barang-barang gono-gini (harta seharekat) yang diperolehnya semasa perkawinan.
→ Putusan Mahkamah Agung RI No. 1476 K/Sip/ 1982, tanggal 19 Juli 1983.
Sumber:
Buku Yurisprudensi Indonesia; Diterbitkan oleh: Mahkamah Agung RI; Penerbitan 1983-II; Halaman 194.
Salam Pancasila,
Fredrik J. Pinakunary