MANTAN pembantu keluarga Manohara di Prancis, Shaliha Lanti (25) melaporkan tindak penganiayaan yang dialaminya selama tinggal dengan keluarga Manohara di Prancis beberapa waktu lalu ke Mabes Polri, Kamis (23/7).
Shaliha Lanti yang mengenakan busana batik didampingi kuasa hukumnya Fredrik J Pinakunary SH dan rekan, datang ke Mabes Polri untuk melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya yang terjadi pada 27 Maret 2007 lalu di kota Cannes, Prancis. Laporan Lanti dicatat dengan nomor laporan LP/407/VII/2009/Siaga-1 tanggal 23 Juli 2009 yang diterima oleh AKP Sumari.
Shaliha yang berasal dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan ini sejak berusia 14 tahun dipekerjakan sebagai pembantu di kediaman pasangan Juergen Reiner Noack Pinot di Prancis, “Saya setiap hari selalu mendapatkan tindak kekerasan, saya dipekerjakan sebagai pembantu sejak berusia 14 tahun dan hampir setiap hari mengalami tindak kekerasan, padahal bilangnya saya mau disekolahkan”, kata Shaliha.
Berdasarkan laporan itu Daisy disangkakan melakukan tindak pidana penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga sesuai pasal 351 KUHP dan pasal 44 UU No. 23 th 2004, perilaku buruk Daisy selama di negeri Menara Eiffel itu sebagai orang yang suka berbohong dan suka meminjam uang, “Selama di Prancis Daisy sering membohongi orang dan suka pinjam uang orang”, terang Shaliha.
Selain melaporkan Daisy Fajarina ke Mabes Polri, pengacara Shaliha juga telah membuat laporan ke Polda Metro Jaya terkait kasus penggelapan dan penipuan.
Shaliha Lanti mengaku hampir setiap hari mendapatkan tindak kekerasan dari Daisy, peristiwa yang dilaporkan yakni yang terjadi pada 27 Maret 2007 merupakan puncak dari sejumlah kekerasan yang diterimanya, yakni penganiayaan dan tindak kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh Daisy. “Saya dipukuli Daisy dan rambut saya digunting hingga tinggal dua cm.
Saya dipukuli menggunakan gantungan baju hingga menimbulkan banyak luka, selain itu saya disuruh meminum air kencing Daisy karena dia menuduh saya menggoda suaminya, padahal itu bohong semua bahkan tangan Daisy yang telah dimasukan ke dalam (maaf) vagina Daisy sendiri kemudian dimasukan ke dalam mulut saya”, tegas Shaliha.
Bahkan upaya tindak pidana perkosaan yang dilakukan Noack Pinot sudah berlangsung tiga kali, “Dari awal saya tidak tahu kalau suami Daisy seperti itu, tapi setelah saya dibawa ke Prancis baru saya tahu, dia telah tiga kali mencoba untuk memperkosa saya, dia menciumi saya sambil meraba-raba tubuh saya dan klimaksnya seperti yang terjadi pada 27 Maret 2007 itu”, terang gadis yang kini berusia 25 tahun itu. (WK)
Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Keluarga Manohara Aniaya Pembantu, https://palembang.tribunnews.com/24/07/2009/keluarga-manohara-aniaya-pembantu.

