BUKTI PERSANGKAAN/PETUNJUK (INDIRECT EVIDENCE) YANG BERKESESUAIAN DENGAN LOGIKA DAN AKAL SEHAT TELAH DIANGGAP CUKUP MENUNJUKKAN ADANYA PERSEKONGKOLAN TENDER
Persekongkolan tender adalah perbuatan yang dilakukan oleh para peserta tender atau pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tender secara sembunyi-sembunyi (tacit) sehingga dalam hukum persaingan bukti persangkaan/petunjuk (indirect evidence) yang bersesuaian dengan logika akal sehat dianggap telah cukup untuk menunjukkan adanya persekongkolan tender.
—> Putusan Mahkamah Agung No. 710 K/Pdt.Sus-KPPU/2015.
Sumber:
Buku “Penerapan Etika Hukum Bisnis Dalam Sistem Peradilan Indonesia”, Oleh: DR. H. P Panggabean, S.H., M.S., Penerbit: Jala Permata Aksara, Tahun 2019, Hal 241.
https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/e5260b0694e95eeaf95e34c7b94e4320.html
Salam Pancasila,
Fredrik J Pinakunary

