{"id":34578,"date":"2026-09-18T07:13:12","date_gmt":"2026-09-18T00:13:12","guid":{"rendered":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/?p=34578"},"modified":"2026-09-21T08:06:12","modified_gmt":"2026-09-21T01:06:12","slug":"pencerahan-hukum-hari-ini-jumat-18-september-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pencerahan-hukum-hari-ini-jumat-18-september-2026\/","title":{"rendered":"Pencerahan Hukum Hari Ini (Jumat, 18 September 2026)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>HAK BALAI HARTA PENINGGALAN MENGAMBIL ALIH TANAH WARISAN TAK BERTUAN DARI PENGGARAP TANPA SURAT RESMI<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Posisi Kasus<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Objek Sengketa: Sebidang tanah empang seluas kurang lebih 29 hektar yang berstatus sebagai harta peninggalan tidak terurus (onbeheerde nalatenschap).<\/li>\n\n\n\n<li>Kedudukan BHP: Balai Harta Peninggalan Makassar secara hukum ditetapkan sebagai pengurus resmi atas harta peninggalan tersebut berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).<\/li>\n\n\n\n<li>Dalil Tergugat: Sejumlah warga menguasai dan menggarap objek sengketa secara fisik, dengan klaim telah menggarap tanah tersebut secara turun-temurun. Namun, para warga tidak mampu menunjukkan dokumen atau bukti alas hak (rechts-titel) yang sah menurut hukum pertanahan.<\/li>\n\n\n\n<li>Petitum Penggugat: BHP Makassar menuntut pengosongan dan penyerahan tanah empang tersebut demi terlaksananya fungsi pengurusan dan perlindungan aset peninggalan tak terurus.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Putusan Pengadilan<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Tingkat Pertama (Pengadilan Negeri Maros): Mengabulkan gugatan Penggugat; memerintahkan Para Tergugat mengosongkan serta menyerahkan tanah sengketa kepada BHP Makassar.<\/li>\n\n\n\n<li>Tingkat Banding (Pengadilan Tinggi Makassar): Membatalkan putusan PN Maros dan menolak tuntutan BHP Makassar.<\/li>\n\n\n\n<li>Tingkat Kasasi (Mahkamah Agung RI): Mengabulkan permohonan kasasi BHP Makassar, membatalkan putusan PT Makassar, serta mengadili sendiri dengan menguatkan amar putusan PN Maros yang mewajibkan Para Tergugat menyerahkan objek perkara.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertimbangan Hukum Mahkamah Agung<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kepatuhan Terhadap Putusan Inkracht (Res Judicata Pro Veritate Habetur): Putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap yang menetapkan BHP berwenang mengurus harta warisan tak terurus memiliki kekuatan eksekutorial dan mengikat semua pihak. Lembaga peradilan wajib menghormati serta menegakkan status pengurusan tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li>Asas Pembuktian Hak (Actori Incumbit Probatio): Penguasaan fisik atas tanah (bezit\/feitelijk) secara turun-temurun semata tidak dapat disetarakan dengan kepemilikan hak (eigendom\/recht) tanpa adanya alas hak yang sah.<\/li>\n\n\n\n<li>Penertiban Okupasi Ilegal: Pihak yang menguasai tanah tanpa alas hak yang sah dikualifikasikan sebagai penggarap tanpa izin, sehingga tidak memiliki legitimasi hukum untuk mempertahankan tanah dari pengelola yang ditunjuk oleh negara atau putusan peradilan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kaidah Hukum<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Kapasitas Legal BHP: Balai Harta Peninggalan memiliki legal standing penuh untuk menguasai, menata, dan menertibkan objek harta warisan tak terurus berdasarkan mandat peraturan perundang-undangan dan penetapan pengadilan yang sah.<\/li>\n\n\n\n<li>Penguasaan Fisik Tidak Menggantikan Alas Hak: Fakta okupasi tanah dalam kurun waktu lama atau pengakuan turun-temurun gugur apabila berhadapan dengan legalitas penetapan hak atau wewenang pengurusan yang sah secara yuridis.<\/li>\n\n\n\n<li>Kewajiban Pengosongan Penggarap Liar: Subjek hukum yang menduduki tanah tanpa alas hak sah berkewajiban mengosongkan serta menyerahkan tanah tersebut kepada pemegang hak atau pengurus yang sah.<\/li>\n\n\n\n<li>Kepastian Hukum Putusan Inkracht: Penetapan atau putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap harus ditaati dan tidak dapat dinegasikan oleh klaim sepihak yang tidak berdasar hukum.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2192 Putusan Mahkamah Agung Nomor 231 K\/Pdt\/2013, tanggal 30 Oktober 2013.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber: <a href=\"https:\/\/putusan3.mahkamahagung.go.id\/direktori\/putusan\/1f0446c85e77dee0d887d0da348d3c8c.html\">https:\/\/putusan3.mahkamahagung.go.id\/direktori\/putusan\/1f0446c85e77dee0d887d0da348d3c8c.html<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam Pancasila,<br>Fredrik J. Pinakunary<br>Wakil Ketua Umum Peradi RBA<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HAK BALAI HARTA PENINGGALAN MENGAMBIL ALIH TANAH WARISAN TAK BERTUAN DARI PENGGARAP TANPA SURAT RESMI Posisi Kasus Putusan Pengadilan Pertimbangan Hukum Mahkamah Agung Kaidah Hukum \u2192 Putusan Mahkamah Agung Nomor 231 K\/Pdt\/2013, tanggal 30 Oktober 2013. Sumber: https:\/\/putusan3.mahkamahagung.go.id\/direktori\/putusan\/1f0446c85e77dee0d887d0da348d3c8c.html Salam Pancasila,Fredrik J. PinakunaryWakil Ketua Umum Peradi RBA<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[320],"tags":[],"class_list":["post-34578","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pencerahan-hukum-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34578","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34578"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34578\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34579,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34578\/revisions\/34579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34578"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34578"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34578"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}