{"id":34559,"date":"2026-09-10T07:23:20","date_gmt":"2026-09-10T00:23:20","guid":{"rendered":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/?p=34559"},"modified":"2026-09-10T07:23:32","modified_gmt":"2026-09-10T00:23:32","slug":"pencerahan-hukum-hari-ini-senin-7-september-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pencerahan-hukum-hari-ini-senin-7-september-2026\/","title":{"rendered":"Pencerahan Hukum Hari Ini (Senin, 7 September 2026)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>MENGAMBIL BARANG HARTA BERSAMA YANG SUDAH MENJADI HAKNYA PASCA-PERCERAIAN BUKAN PENCURIAN, MELAINKAN PERSOALAN PERDATA<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Posisi Kasus<br>Seorang mantan suami mengambil 1 unit sepeda motor yang berada di rumah mantan istrinya pasca-perceraian. Kendaraan tersebut kemudian diganti pelat nomornya dan digunakan oleh Terdakwa untuk keperluan bekerja sehari-hari. Penuntut Umum mendakwa perbuatan tersebut sebagai tindak pidana pencurian dengan alasan objek kendaraan berada dalam penguasaan mantan istri dan diambil tanpa izin.<\/li>\n\n\n\n<li>Putusan Pengadilan<\/li>\n\n\n\n<li>Pengadilan Negeri Purwokerto: Menyatakan bahwa perbuatan materiil yang didakwakan kepada Terdakwa terbukti, namun perbuatan tersebut bukan merupakan tindak pidana melainkan sengketa perdata. Majelis Hakim menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum (onslag van alle rechtsvervolging).<\/li>\n\n\n\n<li>Mahkamah Agung RI: Menolak permohonan kasasi dari Penuntut Umum dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri.<\/li>\n\n\n\n<li>Pertimbangan Mahkamah Agung<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kendaraan yang menjadi objek sengketa merupakan bagian dari harta bersama hasil perkawinan yang sedang dalam proses penyelesaian pasca-perceraian.<\/li>\n\n\n\n<li>Telah terdapat kesepakatan antara para pihak bahwa sepeda motor tersebut menjadi hak Terdakwa.<\/li>\n\n\n\n<li>Unsur &#8220;mengambil barang yang sebagian atau seluruhnya milik orang lain secara melawan hukum&#8221; tidak terpenuhi karena Terdakwa bertindak atas dasar hak kepemilikan yang sah.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Kaidah Hukum<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Ketiadaan Unsur Melawan Hukum Pidana: Pengambilan suatu benda oleh seseorang yang memiliki hak kepemilikan yang sah atas benda tersebut tidak memenuhi unsur tindak pidana pencurian.<\/li>\n\n\n\n<li>Status Objek Harta Bersama: Benda yang sah menjadi bagian hak salah satu pihak berdasarkan pembagian harta bersama perkawinan tidak dapat dikualifikasikan sebagai objek tindak pidana pencurian oleh pihak yang berhak.<\/li>\n\n\n\n<li>Pemisahan Ranah Hukum Pidana dan Perdata: Perselisihan terkait kepemilikan, penguasaan, atau pembagian harta bersama pasca-perceraian merupakan hubungan hukum keperdataan murni yang harus diselesaikan melalui jalur perdata, bukan mekanisme pemidanaan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2192 Putusan Mahkamah Agung Nomor 209 K\/PID\/2016, tanggal 06 Juni 2016.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber:<br><a href=\"https:\/\/putusan3.mahkamahagung.go.id\/direktori\/putusan\/8f265f1ae6d7fe529282c82bd3ac1b2d.html\">https:\/\/putusan3.mahkamahagung.go.id\/direktori\/putusan\/8f265f1ae6d7fe529282c82bd3ac1b2d.html<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam Pancasila,<br>Fredrik J. Pinakunary<br>Wakil Ketua Umum Peradi RBA<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MENGAMBIL BARANG HARTA BERSAMA YANG SUDAH MENJADI HAKNYA PASCA-PERCERAIAN BUKAN PENCURIAN, MELAINKAN PERSOALAN PERDATA \u2192 Putusan Mahkamah Agung Nomor 209 K\/PID\/2016, tanggal 06 Juni 2016. Sumber:https:\/\/putusan3.mahkamahagung.go.id\/direktori\/putusan\/8f265f1ae6d7fe529282c82bd3ac1b2d.html Salam Pancasila,Fredrik J. PinakunaryWakil Ketua Umum Peradi RBA<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[320],"tags":[],"class_list":["post-34559","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pencerahan-hukum-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34559","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34559"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34559\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34560,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34559\/revisions\/34560"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34559"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34559"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34559"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}