{"id":34544,"date":"2026-08-31T12:11:31","date_gmt":"2026-08-31T05:11:31","guid":{"rendered":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/?p=34544"},"modified":"2026-08-31T12:11:34","modified_gmt":"2026-08-31T05:11:34","slug":"pencerahan-hukum-hari-ini-senin-31-agustus-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pencerahan-hukum-hari-ini-senin-31-agustus-2026\/","title":{"rendered":"Pencerahan Hukum Hari Ini (Senin, 31 Agustus 2026)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PENJELASAN PUTUSAN KASUS HARTA GONO-GINI: MEKANISME PEMBAGIAN RUMAH SECARA LANGSUNG DAN PERLINDUNGAN MASA DEPAN ANAK<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Posisi Kasus<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkara ini bermula dari gugatan pembagian harta bersama pasca-perceraian yang diajukan oleh Penggugat terhadap Tergugat. Penggugat menuntut agar seluruh aset yang diperoleh sepanjang masa perkawinan ditetapkan sebagai harta bersama dan dibagi secara seimbang, masing-masing memperoleh 1\/2 (setengah) bagian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adapun objek sengketa yang diajukan dalam gugatan mencakup:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hak Keuangan: Dana pensiun sebesar kurang lebih Rp1.500.000.000,00 dan simpanan gaji sebesar kurang lebih Rp1.080.000.000,00 atas nama Tergugat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aset Tidak Bergerak:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tanah dan bangunan di Jl. Sedap Malam I No. 11A (SHM No. 1838) atas nama Tergugat.<\/li>\n\n\n\n<li>Tanah dan bangunan di Jl. Sedap Malam I No. 12 (SHM No. 2095) atas nama Tergugat.<\/li>\n\n\n\n<li>Tanah dan bangunan di Griya Wana Kencana Blok C No. 17 (SHGB No. 2163) atas nama anak para pihak.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Putusan Pengadilan<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengadilan Negeri Bogor:<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengabulkan gugatan untuk sebagian dengan menetapkan tiga aset tidak bergerak sebagai harta bersama dan membaginya secara natura (pembagian fisik langsung):<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">-Objek Jl. Sedap Malam I No. 11A ditetapkan menjadi hak Penggugat.<br>-Objek Jl. Sedap Malam I No. 12 ditetapkan menjadi hak Tergugat.<br>-Objek Griya Wana Kencana Blok C No. 17 ditetapkan menjadi hak anak-anak para pihak (Stephanie dan Stephen).<br>-Menolak tuntutan mengenai dana pensiun dan simpanan gaji Tergugat.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Pengadilan Tinggi Bandung:<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">-Menerima permohonan banding dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Bogor secara keseluruhan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">-Mahkamah Agung (Tingkat Kasasi dan Peninjauan Kembali):<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">-Menolak permohonan kasasi Penggugat dan selanjutnya menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"3\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Pertimbangan Hukum Mahkamah Agung<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mahkamah Agung menilai bahwa putusan Judex Facti tidak memuat kekhilafan hakim ataupun kekeliruan nyata berdasarkan pertimbangan berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">a. Prinsip Keadilan dan Kepantasan dalam Pembagian Natura: Dua bidang tanah dan bangunan di Jl. Sedap Malam I terbukti merupakan harta bersama yang bernilai setara dan sejenis, sehingga penyerahan satu objek secara utuh kepada masing-masing pihak dinilai memenuhi rasa keadilan tanpa perlu melalui proses penjualan lelang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">b. Perlindungan Hak dan Masa Depan Anak: Objek di Griya Wana Kencana yang dibeli menggunakan dana pasca-pensiun Tergugat dinilai tepat dan sah dialokasikan untuk kepentingan serta masa depan anak-anak para pihak (Stephanie dan Stephen).<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"4\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Kaidah Hukum<\/li>\n\n\n\n<li>Pembagian Harta Bersama Secara Natura Tanpa Penjualan Lelang<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hakim berwenang membagi harta bersama secara natura (in natura)\u2014dengan menyerahkan penguasaan fisik aset tertentu secara penuh kepada masing-masing pihak\u2014apabila objek sengketa terdiri dari aset-aset tidak bergerak yang sejenis, setara nilainya, dan proporsional. Mekanisme ini sah demi menjamin efisiensi peradilan dan kepastian hukum tanpa mewajibkan penjualan lelang di muka umum.<\/p>\n\n\n\n<ol start=\"2\" class=\"wp-block-list\">\n<li>Alokasi Aset Perkawinan untuk Jaminan Kesejahteraan Anak<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aset yang diperoleh dari hasil pensiun\/pesangon orang tua dalam ikatan perkawinan dapat ditetapkan oleh pengadilan secara langsung sebagai hak milik anak-anak bersama, sebagai bentuk perlindungan hukum atas nafkah, kepastian tempat tinggal, dan masa depan anak pasca-perceraian orang tua.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u2192 Putusan Mahkamah Agung RI Nomor 510 PK\/Pdt\/2022, tanggal 14 September 2022.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber:<a href=\"https:\/\/putusan3.mahkamahagung.go.id\/direktori\/putusan\/zaf036dfbd1bee08b63b313433383232.html\">https:\/\/putusan3.mahkamahagung.go.id\/direktori\/putusan\/zaf036dfbd1bee08b63b313433383232.html<\/a><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam Pancasila,<br>Fredrik J. Pinakunary<br>Wakil Ketua Umum Peradi RBA<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PENJELASAN PUTUSAN KASUS HARTA GONO-GINI: MEKANISME PEMBAGIAN RUMAH SECARA LANGSUNG DAN PERLINDUNGAN MASA DEPAN ANAK Perkara ini bermula dari gugatan pembagian harta bersama pasca-perceraian yang diajukan oleh Penggugat terhadap Tergugat. Penggugat menuntut agar seluruh aset yang diperoleh sepanjang masa perkawinan ditetapkan sebagai harta bersama dan dibagi secara seimbang, masing-masing memperoleh 1\/2 (setengah) bagian. Adapun objek [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[320],"tags":[],"class_list":["post-34544","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pencerahan-hukum-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34544","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34544"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34544\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34545,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34544\/revisions\/34545"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34544"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34544"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34544"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}