{"id":33432,"date":"2024-10-21T15:20:52","date_gmt":"2024-10-21T08:20:52","guid":{"rendered":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/?p=33432"},"modified":"2024-10-21T15:20:54","modified_gmt":"2024-10-21T08:20:54","slug":"pencerahan-hukum-hari-ini-senin-21-oktober-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pencerahan-hukum-hari-ini-senin-21-oktober-2024\/","title":{"rendered":"Pencerahan Hukum Hari Ini (Senin, 21 Oktober 2024)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">DEVELOPER MELAKUKAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM KARENA MENJUAL RUMAH YANG TERNYATA MEMILIKI CACAT TERSEMBUNYI<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penggugat adalah pembeli rumah yang dibangun oleh Tergugat yang adalah developer. Tergugat yang melakukan perbuatan melawan hukum kepada Penggugat, karena menjual tanah beserta bangunan di atasnya yang menurut hukum tidak diperkenankan untuk dibangun sebuah bangunan di atas tanah tersebut. Kemudian, Tergugat menerbitkan surat harus bongkar terhadap rumah Penggugat tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh karena itu, Penggugat melayangkan gugatan ganti rugi terhadap Tergugat. Di tingkat kasasi, Mahkamah Agung memutuskan bahwa Tergugat telah mengetahui dengan pasti bahwa rumah Penggugat dibangun di atas tanah jalur hijau yang tidak diperbolehkan untuk dibangun rumah. Hal ini merupakan &#8220;suatu cacat tersembunyi&#8221; yang tidak diketahui oleh Penggugat, namun Tergugat\/Developer menjualnya juga kepada pembeli.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbuatan Tergugat merupakan perbuatan Melawan Hukum yang merugikan pembeli, karena itu jual-beli rumah sengketa harus dibatalkan. Dalam putusannya, Mahkamah Agung memerintahkan Penggugat untuk mengembalikan rumah itu dalam keadaan kosong setelah Tergugat membayar uang kembali sebesar Rp29.420.000,00 kepada Penggugat dan Akta PPAT Jual- Beli Rumah dan Sertifikat HGB tanah tersebut dinyatakan batal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">-&gt; Putusan Mahkamah Agung RI No. 2186 K\/Pdt\/1999, tanggal 2 Januari 2003.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sumber:<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/www.hukumonline.com\/pusatdata\/detail\/26347\/putusan-mahkamah-agung-nomor-2186kpdt1999.\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\nhttps:\/\/repository.unej.ac.id\/handle\/123456789\/22640\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salam Pancasila,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fredrik J. Pinakunary<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DEVELOPER MELAKUKAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM KARENA MENJUAL RUMAH YANG TERNYATA MEMILIKI CACAT TERSEMBUNYI Penggugat adalah pembeli rumah yang dibangun oleh Tergugat yang adalah developer. Tergugat yang melakukan perbuatan melawan hukum kepada Penggugat, karena menjual tanah beserta bangunan di atasnya yang menurut hukum tidak diperkenankan untuk dibangun sebuah bangunan di atas tanah tersebut. Kemudian, Tergugat menerbitkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[320],"tags":[],"class_list":["post-33432","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pencerahan-hukum-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33432","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33432"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33432\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33433,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33432\/revisions\/33433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33432"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33432"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33432"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}