{"id":33169,"date":"2024-07-09T15:42:12","date_gmt":"2024-07-09T08:42:12","guid":{"rendered":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/?p=33169"},"modified":"2024-07-09T15:42:30","modified_gmt":"2024-07-09T08:42:30","slug":"pencerahan-hukum-hari-ini-jumat-28-juni-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pencerahan-hukum-hari-ini-jumat-28-juni-2024\/","title":{"rendered":"Pencerahan Hukum Hari Ini (Jumat, 28 Juni 2024)"},"content":{"rendered":"<p>MEMBUAT DAN MENGUNGGAH KONTEN VIDEO MAKAN BABI KRIUK DENGAN MENGUCAP LAFAZ BISMILLAH ADALAH TINDAK PIDANA PENYEBARAN INFORMASI YANG DITUJUKAN UNTUK MENIMBULKAN RASA KEBENCIAN ATAU PERMUSUHAN INDIVIDU DAN\/ATAU KELOMPOK MASYARAKAT TERTENTU BERDASARKAN ATAS SARA<\/p>\n<p>Perbuatan Lina Mukherjee, seorang Tiktokers di Palembang telah menimbulkan rasa kebencian dan karena itu ia terbukti bersalah karena melakukan tindak pidana\u00a0 yang diatur dalam UU ITE karena ia dengan penuh kesadarannya dalam pembuatan konten video makan babi kriuk dengan mengucap lafaz Bismillah, keluar dari rukun iman. Video itu kemudian diunggah\/diposting di siaran langsung pada akun tiktok @lilumukerji.<\/p>\n<p>Lina Mukherjee dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Palembang karena melakukan tindak pidana \u201cDengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu dan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas agama, sebagaimana diatur dalam\u00a0 Pasal 45A Ayat (2) Jo. Pasal 28 Ayat (2) UU ITE. Ia pun dijatuhi pidana penjara selama 2 (dua) tahun dikurangi masa tahanan. Kasus ini berlanjut hingga tahap kasasi.<\/p>\n<p>Di tingkat kasasi, Mahkamah Agung dalam Putusan berpendapat bahwa Judex Facti tidak salah dalam menerapkan hukum. Selain itu, Majelis Ulama Indonesia juga telah mengeluarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia yang dijelaskan oleh Saksi Dr. Nurkhalis, M.Ag. sebagai Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia bahwa di dalam video makan kriuk babi diawali menyebut kata \u201cBismillah\u201d disandingkan dengan barang yang haram, itu masuk dalam kategori merendahkan, menghina dan menistakan agama Islam.<\/p>\n<p>Atas unggahan Lina Mukherjee juga warganet juga saling memberikan komentar gaduh antara satu dengan yang lain, sehingga menimbulkan rasa permusuhan di antara warganet. Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi dan tetap menghukum Lina Mukherjee dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dikurangi masa tahanan.<\/p>\n<p>Sumber:<\/p>\n<p>Putusan Mahkamah Agung Nomor 535 K\/Pid.Sus\/2024, tanggal 16 Februari 2024<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/putusan3.mahkamahagung.go.id\/direktori\/putusan\/zaeedd20366c7996959a313434383131.html\">https:\/\/putusan3.mahkamahagung.go.id\/direktori\/putusan\/zaeedd20366c7996959a313434383131.html<\/a><\/p>\n<p>Salam Pancasila,<\/p>\n<p>Fredrik J. Pinakunary<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MEMBUAT DAN MENGUNGGAH KONTEN VIDEO MAKAN BABI KRIUK DENGAN MENGUCAP LAFAZ BISMILLAH ADALAH TINDAK PIDANA PENYEBARAN INFORMASI YANG DITUJUKAN UNTUK MENIMBULKAN RASA KEBENCIAN ATAU PERMUSUHAN INDIVIDU DAN\/ATAU KELOMPOK MASYARAKAT TERTENTU BERDASARKAN ATAS SARA Perbuatan Lina Mukherjee, seorang Tiktokers di Palembang telah menimbulkan rasa kebencian dan karena itu ia terbukti bersalah karena melakukan tindak pidana\u00a0 yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[320],"tags":[],"class_list":["post-33169","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pencerahan-hukum-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33169","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33169"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33169\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33170,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33169\/revisions\/33170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33169"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33169"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33169"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}