{"id":32124,"date":"2023-05-02T13:23:28","date_gmt":"2023-05-02T06:23:28","guid":{"rendered":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/?p=32124"},"modified":"2023-05-02T13:23:40","modified_gmt":"2023-05-02T06:23:40","slug":"pencerahan-hukum-hari-ini-senin-24-april-2023","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pencerahan-hukum-hari-ini-senin-24-april-2023\/","title":{"rendered":"Pencerahan Hukum Hari Ini (Senin, 24 April 2023)"},"content":{"rendered":"<div dir=\"auto\">APABILA SESEORANG MEMBELI KENDARAAN BERMOTOR TANPA DILENGKAPI SURAT-SURAT KENDARAAN YANG SAH, ORANG TERSEBUT SEHARUSNYA PATUT MENDUGA KENDARAAN TERSEBUT BERASAL DARI KEJAHATAN<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Pasal 480 ke-1 KUHP menyatakan bahwa melakukan perbuatan-perbuatan tertentu, yang diantaranya adalah menjual dan membeli, terhadap barang yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana, dikategorikan sebagai kejahatan penadahan. Namun, KUHP tidak memberikan batasan atau penjelasan kondisi barang seperti apa yang dapat dikatakan patut diduga berasal dari tindak pidana, termasuk barang berupa kendaraan bermotor. Kondisi ini menyebabkan ketidakjelasan mengenai kapan seseorang dapat dikatakan telah menjual atau membeli kendaraan bermotor yang patut diduga berasal dari tindak pidana, sehingga dapat dihukum dengan pasal ini.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Atas permasalahan tersebut, Mahkamah Agung telah konsisten berpendapat bahwa apabila kendaraan bermotor diperoleh dengan tidak dilengkapi surat-surat kendaraan, maka patut diduga kendaraan bermotor tersebut diperoleh dari tindak pidana. Pandangan ini dapat ditemukan dalam Putusan No. 1586 K\/Pid\/2011(Ropiah) dan 1750 K\/Pid\/2012 (Chandra Kirana) yang menyebutkan bahwa Terdakwa menyadari hal tersebut dan patut diduga bahwa motor-motor tersebut adalah motor hasil kejahatan karena tanpa surat-surat yang sah.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8211;&gt; Putusan Mahkamah Agung RI No. 1586 K\/Pid\/2011 dan Yurisprudensi MA No. 3\/Yur\/Pid\/2018.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Sumber:\u00a0<a href=\"https:\/\/putusan3.mahkamahagung.go.id\/yurisprudensi\/detail\/11eae848e7444d10c04c313633373230.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/putusan3.mahkamahagung.go.id\/yurisprudensi\/detail\/11eae848e7444d10c04c313633373230.html&amp;source=gmail&amp;ust=1683092297231000&amp;usg=AOvVaw0QzUgKLEg1I1W4L65DD6Gj\">https:\/\/putusan3.<wbr \/>mahkamahagung.go.id\/<wbr \/>yurisprudensi\/detail\/<wbr \/>11eae848e7444d10c04c3136333732<wbr \/>30.html<\/a><\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Salam Pancasila,<\/div>\n<div dir=\"auto\">Fredrik J. Pinakunary<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>APABILA SESEORANG MEMBELI KENDARAAN BERMOTOR TANPA DILENGKAPI SURAT-SURAT KENDARAAN YANG SAH, ORANG TERSEBUT SEHARUSNYA PATUT MENDUGA KENDARAAN TERSEBUT BERASAL DARI KEJAHATAN Pasal 480 ke-1 KUHP menyatakan bahwa melakukan perbuatan-perbuatan tertentu, yang diantaranya adalah menjual dan membeli, terhadap barang yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana, dikategorikan sebagai kejahatan penadahan. Namun, KUHP tidak memberikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[320],"tags":[],"class_list":["post-32124","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pencerahan-hukum-hari-ini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32124"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32124\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32125,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32124\/revisions\/32125"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}