{"id":30352,"date":"2021-03-09T18:48:08","date_gmt":"2021-03-09T11:48:08","guid":{"rendered":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/?p=30352"},"modified":"2022-03-14T11:35:12","modified_gmt":"2022-03-14T04:35:12","slug":"insentif-pajak-bagi-wajib-pajak-yang-terdampak-pandemi-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/insentif-pajak-bagi-wajib-pajak-yang-terdampak-pandemi-covid-19\/","title":{"rendered":"Insentif Pajak bagi Wajib Pajak yang Terdampak Pandemi COVID-19"},"content":{"rendered":"\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pemerintah telah memperpanjang insentif pajak untuk membantu Wajib Pajak yang terdampak pandemi COVID-19 hingga 30 Juni 2021. Kententuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9\/PMK.03\/2021 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi <em>Corona Virus Disease<\/em> 2019. \u00a0Secara garis besar penjelasan tentang insentif yang diberikan dalam ketentuan tersebut adalah sebagai berikut:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>A. Insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21<\/strong><\/h2>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pemberian insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 23\/PMK.03\/2020 dan terakhir diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan nomor 9\/PMK.03\/2021. Dalam peraturan terbaru tersebut, insentif PPh Pasal 21 DTP telah diperpanjang oleh Pemerintah sampai tanggal 30 Juni tahun 2021. Insentif pajak PPh Pasal 21 diberikan terhadap karyawan yang bekerja pada perusahaan yang bergerak di salah satu dari 1.189 bidang usaha tertentu, perusahaan yang mendapatkan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (\u201c<strong>KITE<\/strong>\u201d), dan pada perusahaan di kawasan berikat. Fasilitas ini diberikan kepada karyawan yang memiliki NPWP dan penghasilan bruto yang bersifat tetap dan teratur yang disetahunkan tidak lebih dari Rp 200 juta. Dengan demikian, karyawan tersebut akan mendapatkan penghasilan tambahan dalam bentuk pajak yang tidak dipotong oleh pemberi kerja karena kewajiban pajaknya ditanggung oleh pemerintah, termasuk bila karyawan tersebut telah mendapatkan tunjangan PPh pasal 21 dari pemberi kerja atau PPh pasal 21 ditanggung pemberi kerja.\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>B.Insentif Pajak UMKM<\/strong><\/h5>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pelaku UMKM mendapat insentif Pajak Penghasilan (PPh) Final 0,5% sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2018 (PPh Final PP 23) yang ditanggung pemerintah. Dengan demikian Wajib Pajak UMKM tidak perlu melakukan setoran pajak. Bagi\u00a0pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan fasilitas ini cukup menyampaikan laporan realisasi setiap bulan melalui laman <a href=\"http:\/\/www.pajak.go.id\">www.pajak.go.id<\/a> dan pelaku UMKM yang ingin memanfaatkan insentif tersebut tidak perlu mengajukan surat keterangan PP 23, tetapi cukup melaporkan realisasi setiap bulan.\u00a0 Pihak-pihak yang bertransaksi dengan UMKM tidak perlu melakukan pemotongan atau pemungutan pajak pada saat melakukan pembayaran kepada pelaku UMKM.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>C. Insentif Angsuran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25<\/strong><\/h5>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Fasiltas pengurangan angsuran PPh pasal 25 sebesar 50% (lima puluh persen) dari angsuran yang seharusnya terutang diberikan terhadap Wajib Pajak yang bergerak di salah satu dari 1.018 bidang usaha tertentu, perusahaan KITE, atau perusahaan di kawasan berikat. Penerima insentif ini juga wajib menyampaikan laporan realisasi pengurangan angsuran PPh Pasal 25 setiap bulannya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Wajib Pajak yang ingin memanfaatkan diskon 50% (lima puluh persen) angsuran PPh Pasal 25 pada tahun 2021 ini harus menyampaikan kembali pemberitahuan kepada Ditjen Pajak (DJP), meskipun Wajib Pajak tersebut telah memanfaatkan insentif pada tahun 2020.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>D. Insentif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor<\/strong><\/h5>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Fasilitas PPh Pasal 22 Impor diberikan kepada Wajib Pajak yang bergerak di salah satu dari 730 bidang usaha tertentu perusahaan KITE, dan perusahaan di kawasan berikat.\u00a0Jumlah ini bertambah dari sebelumnya hanya 721 bidang industri dan perusahaan KITE. Penerima insentif ini juga wajib menyampaikan laporan realisasi pembebasan PPh Pasal 22 impor setiap bulannya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>E. Insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN)<\/strong><\/h5>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Insentif atas pajak pertambahan nilai atau PPN diberikan kepada pengusaha kena pajak (PKP) berisiko rendah yang bergerak di salah satu dari 725 bidang usaha tertentu, perusahaan KITE, dan perusahaan di kawasan berikat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Wajib Pajak yang bergerak di bidang eksportir dan non eksportir, dapat memanfaatkan insentif PPN berupa percepatan restitusi selama 6 bulan. Kriteria perusahaan yang dapat memanfaatkan ini adalah memiliki klasifikasi lapangan usaha seperti yang tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK), telah ditetapkan sebagai perusahaan KITE, mendapatkan izin Penyelenggara Kawasan Berikat atau izin Pengusaha Kawasan Berikat atau izin PDKB, dan menyampaikan SPT Masa PPN lebih bayar restitusi dengan jumlah lebih bayar paling banyak Rp5 miliar. \u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Wajib Pajak yang memenuhi kriteria tersebut dapat diberikan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak sebagai\u00a0<a href=\"https:\/\/www.online-pajak.com\/pengusaha-kena-pajak\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PKP berisiko rendah<\/a>. Di sini, PKP berisiko rendah memiliki ketentuan:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-list\">\r\n<li>PKP tidak perlu menyampaikan permohonan penetapan sebagai PKP berisiko rendah;<\/li>\r\n<li>Dirjen Pajak tidak menerbitkan keputusan penetapan secara jabatan sebagai PKP berisiko rendah;<\/li>\r\n<li>PKP memiliki KLU sesuai dengan lampiran yang tercantum dalam PMK;<\/li>\r\n<li>Tanpa persyaratan melakukan kegiatan seperti ekspor BKP\/JKP, penyerahan kepada pemungut PPN dan penyerahan yang tidak dipungut PPN.<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Untuk mendapatkan insentif PPN ini, Wajib Pajak harus melampirkan Keputusan Menteri Keuangan mengenai penetapan perusahaan yang mendapatkan fasilitas KITE dalam SPT Masa PPN yang diajukan permohonan pengembalian pendahuluan. SPT Masa PPN tersebut meliputi SPT Masa PPN termasuk pembetulannya, yang disampaikan paling lama akhir bulan setelah masa pajak pemberian insentif berakhir<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h5 class=\"wp-block-heading\"><strong>F. Insentif Pajak Penghasilan (PPh) Final Jasa Konstruksi<\/strong><\/h5>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">PPh Final\u00a0atas jasa konstruksi diberikan kepada Wajib Pajak yang menerima penghasilan dari usaha jasa konstruksi dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). PPh Final jasa konstruksi\u00a0akan ditanggung pemerintah. Pada PMK Nomor 9\/PMK.03\/2021, terdapat insentif baru untuk PPh Final jasa konstruksi. Insentif ini diberikan atas penghasilan dari usaha jasa konstruksi yang dikenai PPh yang bersifat final. Pemberian insentif ini dimaksudkan untuk mendukung peningkatan penyediaan air (irigasi) sebagai proyek padat karya yang merupakan kebutuhan penting bagi sektor pertanian.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PPh Final ini harus dilunasi dengan cara:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-list\">\r\n<li>Dipotong oleh pengguna jasa saat pembayaran, yang mana pengguna jasa adalah pihak pemotong pajak;<\/li>\r\n<li>Disetor sendiri oleh penyedia jasa, yang mana bukan merupakan pemotong pajak.<\/li>\r\n<\/ul>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pemotong pajak harus menyampaikan laporan realisasi PPh Final Ditanggung Pemerintah melalui saluran tertentu pada laman <a href=\"http:\/\/www.pajak.go.id\">www.pajak.go.id<\/a> dengan menggunakan format sesuai contoh yang terlampir pada PMK. Pemotong pajak juga harus membuat surat setoran pajak atau cetakan kode billing yang dibubuhi cap atau tulisan\u00a0<em>\u201cPPh Final Jasa Konstruksi Ditanggung Pemerintah Eks PMK Nomor \u2026\/PMK.03\/2021\u201d<\/em>. Kemudian, laporan realisasi tersebut harus disampaikan paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Demikian penjelasan tentang insentif pajak bagi Wajib Pajak terdampak pandemi COVID-19. Semoga bermanfaat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-group\">\r\n<div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow\">\r\n<div class=\"wp-block-spacer\" style=\"height: 25px;\" aria-hidden=\"true\">\u00a0<\/div>\r\n\r\n\r\n\r\n<h6 class=\"wp-block-heading\"><strong>FREDRIK J PINAKUNARY LAW OFFICES<\/strong><\/h6>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-normal-font-size wp-block-paragraph\"><strong>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/fjp-law-offices\/?viewAsMember=true\">FJP Law Offices<\/a> | Facebook: <a href=\"https:\/\/web.facebook.com\/FJPLaw\/\">@FJPLaw<\/a> | Instagram: <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/fredrik_jp\/\">@fredrik_jp<\/a><\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-spacer\" style=\"height: 26px;\" aria-hidden=\"true\">\u00a0<\/div>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"wp-block-group\">\r\n<div class=\"wp-block-group__inner-container\">\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">Artikel Terkait Lainnya<\/h4>\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list alignleft wp-block-latest-posts is-layout-flow wp-block-latest-posts-is-layout-flow\"><li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/aspek-perpajakan-atas-warisan\/\">Aspek Perpajakan Atas Warisan<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/sekilas-informasi-tentang-kuasa-wajib-pajak\/\">Sekilas Informasi tentang Kuasa Wajib Pajak<\/a><\/li>\n<li><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/sembako-dan-biaya-sekolah-mau-dipajaki\/\">Sembako dan Biaya Sekolah Mau Dipajaki?<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/insentif-pajak-bagi-wajib-pajak-yang-terdampak-pandemi-covid-19\/\" aria-label=\"Insentif Pajak bagi Wajib Pajak yang Terdampak Pandemi COVID-19\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"169\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Insentif-Pajak-300x169.png\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/insentif-pajak-bagi-wajib-pajak-yang-terdampak-pandemi-covid-19\/\">Insentif Pajak bagi Wajib Pajak yang Terdampak Pandemi COVID-19<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/persandingan-undang-undang-pph-dengan-undang-undang-cipta-kerja-bab-vi-tentang-kemudahan-berusaha-bagian-ketujuh-tentang-perpajakan\/\" aria-label=\"Persandingan Undang-Undang PPh dengan Undang-Undang Cipta Kerja Bab VI Tentang Kemudahan Berusaha Bagian Ketujuh Tentang Perpajakan\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"212\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/taxes-646512_1920-300x212.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/persandingan-undang-undang-pph-dengan-undang-undang-cipta-kerja-bab-vi-tentang-kemudahan-berusaha-bagian-ketujuh-tentang-perpajakan\/\">Persandingan Undang-Undang PPh dengan Undang-Undang Cipta Kerja Bab VI Tentang Kemudahan Berusaha Bagian Ketujuh Tentang Perpajakan<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/persandingan-undang-undang-ketentuan-umum-dan-tata-cara-perpajakan-dengan-uu-cipta-kerja-bab-vi-tentang-kemudahan-berusaha-bagian-ketujuh-tentang-perpajakan\/\" aria-label=\"Persandingan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dengan UU Cipta Kerja Bab VI Tentang Kemudahan Berusaha Bagian Ketujuh Tentang Perpajakan\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"228\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/tax-icons-3334326_1920-300x228.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/persandingan-undang-undang-ketentuan-umum-dan-tata-cara-perpajakan-dengan-uu-cipta-kerja-bab-vi-tentang-kemudahan-berusaha-bagian-ketujuh-tentang-perpajakan\/\">Persandingan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dengan UU Cipta Kerja Bab VI Tentang Kemudahan Berusaha Bagian Ketujuh Tentang Perpajakan<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/patut-disimak-kebijakan-pemerintah-tentang-fasilitas-dan-insentif-perpajakan-terkait-pandemi-covid-19\/\" aria-label=\"Patut Disimak, Kebijakan Pemerintah tentang Fasilitas dan Insentif Perpajakan terkait Pandemi Covid-19\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"228\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/tax-icons-3334326_1920-300x228.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/patut-disimak-kebijakan-pemerintah-tentang-fasilitas-dan-insentif-perpajakan-terkait-pandemi-covid-19\/\">Patut Disimak, Kebijakan Pemerintah tentang Fasilitas dan Insentif Perpajakan terkait Pandemi Covid-19<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/insentif-pajak-bagi-jasa-hukum-terkait-covid-19\/\" aria-label=\"Insentif Pajak bagi Jasa Hukum terkait  Covid-19\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"200\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/08\/income-tax-4097292_1920-300x200.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/insentif-pajak-bagi-jasa-hukum-terkait-covid-19\/\">Insentif Pajak bagi Jasa Hukum terkait  Covid-19<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/sekilas-tentang-gugatan-dan-banding-di-pengadilan-pajak\/\" aria-label=\"Sekilas Tentang Gugatan dan Banding di Pengadilan Pajak\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"228\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/tax-icons-3334326_1920-300x228.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/sekilas-tentang-gugatan-dan-banding-di-pengadilan-pajak\/\">Sekilas Tentang Gugatan dan Banding di Pengadilan Pajak<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pajak-penghasilan-bagi-advokat\/\" aria-label=\"Pajak Penghasilan Bagi Advokat\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"212\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/taxes-646512_1920-300x212.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pajak-penghasilan-bagi-advokat\/\">Pajak Penghasilan Bagi Advokat<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/aspek-perpajakan-bagi-profesi-advokat\/\" aria-label=\"Aspek Perpajakan bagi Profesi Advokat\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"200\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/income-tax-491626_1920-300x200.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"Gambar oleh Steve Buissinne dari Pixabay\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/aspek-perpajakan-bagi-profesi-advokat\/\">Aspek Perpajakan bagi Profesi Advokat<\/a><\/li>\n<\/ul><\/div>\r\n<\/div>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah telah memperpanjang insentif pajak untuk membantu Wajib Pajak yang terdampak pandemi COVID-19 hingga 30 Juni 2021. Kententuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9\/PMK.03\/2021 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019. \u00a0Secara garis besar penjelasan tentang insentif yang diberikan dalam ketentuan tersebut adalah sebagai berikut: A. Insentif Pajak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":30353,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1,89],"tags":[164,98,297],"class_list":["post-30352","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-pajak","tag-covid-19","tag-pajak-penghasilan","tag-pajak-pertambahan-nilai"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30352","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30352"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30352\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31090,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30352\/revisions\/31090"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30352"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30352"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30352"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}