{"id":30223,"date":"2021-01-21T16:12:10","date_gmt":"2021-01-21T09:12:10","guid":{"rendered":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/?p=30223"},"modified":"2022-03-14T11:38:22","modified_gmt":"2022-03-14T04:38:22","slug":"tanggung-jawab-kegagalan-bangunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/tanggung-jawab-kegagalan-bangunan\/","title":{"rendered":"Tanggung Jawab Kegagalan Bangunan"},"content":{"rendered":"\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Beberapa kali kita mendengar berita tentang bangunan roboh, baik seluruh bagunan tersebut roboh atau hanya sebagian dari bangunan tersebut. Contoh, ambruknya selasar BEI pada tahun 2018 silam yang menjadi sorotan nasional karena mengakibatkan korban luka hingga lebih dari 70 orang. Lalu di tahun yang sama juga terjadi insiden serupa, yakni ambruknya perimeter Bandara Soekarno Hatta yang sampai menelan korban jiwa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Dalam undang-undang, robohnya bangunan atau tidak berfungsinya bangunan setelah penyerahan akhir hasil bangunan dikenal dengan istilah kegagalan bangunan. Kegagalan bangunan ini sangat berbahaya bagi orang yang berada di dalam atau di sekitar bangunan karena dapat mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Lalu, siapakah yang dapat dimintakan tanggung jawab atas kegagalan bangunan?<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi (\u201c<strong>UU Jasa Konstruksi<\/strong>\u201d), dalam setiap penyelenggaraan jasa konstruksi<a href=\"#_ftn1\">[1]<\/a>, Pengguna Jasa<a href=\"#_ftn2\">[2]<\/a> dan Penyedia Jasa<a href=\"#_ftn3\">[3]<\/a> \u00a0wajib memenuhi standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan. Apabila hal ini tidak dipenuhi, maka Pengguna Jasa dan\/atau Penyedia Jasa dapat menjadi pihak yang bertanggung jawab terhadap kegagalan bangunan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanggung jawab atas kegagalan bangunan meliputi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Penggantian atau perbaikan kegagalan bangunan oleh Penyedia Jasa<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Penyedia Jasa wajib mengganti atau memperbaiki kegagalan bangunan yang disebabkan kesalahan Penyedia Jasa. Penggantian atau perbaikan kegagalan bangunan oleh Penyedia Jasa ini dapat dialihkan kepada pihak ketiga berupa asuransi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Pemberian ganti kerugian oleh Pengguna Jasa dan\/atau Penyedia Jasa<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Selain wajib mengganti atau memperbaiki kegagalan bangunan, Pengguna Jasa dan\/atau Penyedia Jasa juga wajib memberikan ganti rugi apabila terjadi kegagalan bangunan. Ganti rugi ditetapkan oleh pihak yang berwenang berdasarkan laporan penilai ahli.\u00a0 Berdasarkan Pasal 90 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, ganti rugi yang dimaksud meliputi:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\">\r\n<li>santunan bagi pihak yang dirugikan yang meninggal dunia;<\/li>\r\n<li>santunan bagi pihak yang dirugikan yang menderita luka yang mengakibatkan cacat tetap;<\/li>\r\n<li>ganti kerugian atas biaya pengobatan yang nyata-nyata dikeluarkan oleh pihak yang dirugikan atau bagian biaya pelayanan lainnya; dan<\/li>\r\n<li>ganti kerugian atas musnah, rusak, atau hilangnya akibat kegagalan bangunan.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Proses ganti kerugian yang dilakukan oleh Penyedia Jasa harus dimulai dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kalender sejak ditetapkan oleh pihak yang berwenang. Pemberian ganti kerugian dapat dialihkan kepada pihak ketiga berupa asuransi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Kegagalan bangunan ditetapkan oleh penilai ahli yang penetapannya bersifat finaI dan mengikat. Tugas penilai ahli antara lain:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol class=\"wp-block-list\" type=\"a\">\r\n<li>menetapkan tingkat kepatuhan terhadap standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan dalam penyelenggaraan jasa konstruksi;<\/li>\r\n<li>menetapkan penyebab terjadinya kegagalan bangunan;<\/li>\r\n<li>menetapkan tingkat keruntuhan dan\/atau tidak berfungsinya bangunan;<\/li>\r\n<li>menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan bangunan;<\/li>\r\n<li>melaporkan hasil penilaiannya kepada menteri dan instansi yang mengeluarkan izin membangun, paling lambat 90 (sembilan puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal pelaksanaan tugas; dan<\/li>\r\n<li>memberikan rekomendasi kebijakan kepada menteri dalam rangka pencegahan terjadinya kegagalan bangunan.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Tanggung jawab Penyedia Jasa atas kegagalan bangunan terbatas dalam jangka waktu yang ditentukan dalam rencana umur konstruksi yang harus dinyatakan dalam kontrak kerja konstruksi. Dalam hal rencana umur konstruksi lebih dari 10 (sepuluh) tahun, Penyedia Jasa wajib bertanggung jawab atas kegagalan bangunan dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tanggal penyerahan akhir layanan jasa konstruksi. Lewat dari 10 tahun, maka tanggung jawab beralih kepada Pengguna Jasa konstruksi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sanksi Administratif<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apabila Penyedia Jasa tidak memenuhi kewajiban untuk mengganti atau memperbaiki kegagalan bangunan, maka Penyedia Jasa dapat dikenai sanksi administratif berupa:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>a. Peringatan tertulis<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Menteri, Gubernur, atau Bupati\/Wali Kota mengenakan sanksi peringatan tertulis kepada Penyedia Jasa yang tidak memenuhi kewajiban untuk mengganti atau memperbaiki kegagalan bangunan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\"><strong>b. denda administratif<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Menteri, Gubernur, atau Bupati\/Wali Kota mengenakan denda administratif kepada Penyedia Jasa yang tidak memenuhi kewajiban untuk mengganti atau memperbaiki kegagalan bangunan sebesar 5% (lima persen) dari nilai jaminan pelaksanaan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>c. penghentian sementara kegiatan layanan Jasa Konstruksi<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Apabila dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sejak pengenaan sanksi peringatan<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">tertulis dan denda administratif, Penyedia Jasa tidak memenuhi kewajiban untuk mengganti atau memulai tindakan perbaikan kegagalan bangunan dan tidak membayar denda administratif maka dikenakan sanksi penghentian sementara kegiatan layanan jasa konstruksi.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>d. pencantuman dalam daftar hitam<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Apabila dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sejak pengenaan sanksi penghentian sementara kegiatan layanan jasa konstruksi, Penyedia Jasa tidak memenuhi kewajiban untuk mengganti atau memulai tindakan perbaikan kegagalan bangunan maka dikenai sanksi pencantuman dalam daftar hitam.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\"><strong>e. pembekuan izin<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Apabila dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sejak pengenaan sanksi penghentian sementara kegiatan layanan Jasa Konstruksi, Penyedia Jasa tidak memenuhi kewajiban untuk mengganti atau memulai tindakan perbaikan kegagalan bangunan maka dikenai sanksi pembekuan izin usaha.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>f. pencabutan izin<\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Apabila dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kalender sejak pengenaan sanksi pencantuman dalam daftar hitam dan pembekuan lzin Usaha, Penyedia Jasa tidak memenuhi kewajiban untuk mengganti atau memulai tindakan perbaikan kegagalan bangunan maka dikenai sanksi pencabutan izin usaha.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semoga bermanfaat.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-group\">\r\n<div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow\">\r\n<div class=\"wp-block-spacer\" style=\"height: 25px;\" aria-hidden=\"true\">\u00a0<\/div>\r\n\r\n\r\n\r\n<h6 class=\"wp-block-heading\"><strong>FREDRIK J PINAKUNARY LAW OFFICES<\/strong><\/h6>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-normal-font-size wp-block-paragraph\"><strong>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/fjp-law-offices\/?viewAsMember=true\">FJP Law Offices<\/a> | Facebook: <a href=\"https:\/\/web.facebook.com\/FJPLaw\/\">@FJPLaw<\/a> | Instagram: <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/fredrik_jp\/\">@fredrik_jp<\/a><\/strong><\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-spacer\" style=\"height: 26px;\" aria-hidden=\"true\">\u00a0<\/div>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong><em>Artikel ini juga tersedia dalam versi bahasa Inggris : <a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/building-failure-responsibility\/\">Building Failure Responsibility<\/a><\/em><\/strong><\/p>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"wp-block-group\">\r\n<div class=\"wp-block-group__inner-container\">\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\">\u00a0<\/h4>\r\n<h4>Artikel Terkait Lainnya<\/h4>\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list alignleft wp-block-latest-posts is-layout-flow wp-block-latest-posts-is-layout-flow\"><li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/jaminan-jaminan-utang-dalam-hukum-indonesia\/\" aria-label=\"Jaminan-Jaminan Utang dalam Hukum Indonesia\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"169\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2021\/03\/Jaminan-Jaminan-Utang-dalam-Hukum-Indonesia-300x169.png\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/jaminan-jaminan-utang-dalam-hukum-indonesia\/\">Jaminan-Jaminan Utang dalam Hukum Indonesia<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/kompensasi-keterlambatan-kereta-api-antarkota\/\" aria-label=\"Kompensasi Keterlambatan Kereta Api Antarkota\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"169\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Kompensasi-Keterlambatan-Kereta-Api-Antarkota-300x169.png\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/kompensasi-keterlambatan-kereta-api-antarkota\/\">Kompensasi Keterlambatan Kereta Api Antarkota<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/permasalahan-perjanjian-tidak-tertulis\/\" aria-label=\"Permasalahan Perjanjian Tidak Tertulis\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"169\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2021\/02\/Permasalahan-Perjanjian-Tidak-Tertulis-300x169.png\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/permasalahan-perjanjian-tidak-tertulis\/\">Permasalahan Perjanjian Tidak Tertulis<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/aturan-baru-bea-meterai\/\" aria-label=\"Aturan Baru Bea Meterai\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"169\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/Aturan-Baru-Bea-Materai-300x169.png\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/aturan-baru-bea-meterai\/\">Aturan Baru Bea Meterai<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/tanggung-jawab-kegagalan-bangunan\/\" aria-label=\"Tanggung Jawab Kegagalan Bangunan\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"169\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/TANGGUNG-JAWAB-KEGAGALAN-BANGUNAN-300x169.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/tanggung-jawab-kegagalan-bangunan\/\">Tanggung Jawab Kegagalan Bangunan<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/perkawinan-yang-dilarang-di-indonesia\/\" aria-label=\"Perkawinan yang Dilarang di Indonesia\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"187\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/Foto-Artikel-Website-Kartu-Nikah-300x187.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/perkawinan-yang-dilarang-di-indonesia\/\">Perkawinan yang Dilarang di Indonesia<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/hak-dan-upaya-hukum-bagi-para-pihak-yang-terdampak-karena-pengadaan-tanah-untuk-kepentingan-umum\/\" aria-label=\"Hak dan Upaya Hukum bagi Para Pihak yang Terdampak karena Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"156\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Hak-dan-Upaya-Hukum-bagi-Para-Pihak-yang-Terdampak-karena-Pengadaan-Tanah-untuk-Kepentingan-Umum-300x156.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/hak-dan-upaya-hukum-bagi-para-pihak-yang-terdampak-karena-pengadaan-tanah-untuk-kepentingan-umum\/\">Hak dan Upaya Hukum bagi Para Pihak yang Terdampak karena Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/harta-bersama-dalam-perkawinan-dan-implikasinya-dalam-kegiatan-usaha\/\" aria-label=\"Harta Bersama dalam Perkawinan dan Implikasinya dalam Kegiatan Usaha\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"196\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Harta-Bersama-Perkawinan-300x196.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/harta-bersama-dalam-perkawinan-dan-implikasinya-dalam-kegiatan-usaha\/\">Harta Bersama dalam Perkawinan dan Implikasinya dalam Kegiatan Usaha<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/keabsahan-tanda-tangan-elektronik\/\" aria-label=\"Keabsahan Tanda Tangan Elektronik\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"178\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/TANDA-TANGAN-ELEKTRONIK-300x178.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/keabsahan-tanda-tangan-elektronik\/\">Keabsahan Tanda Tangan Elektronik<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/kepemilikan-tanah-rumah-dan-rumah-susun-bagi-warga-negara-asing-di-indonesia\/\" aria-label=\"Kepemilikan Tanah, Rumah, dan Rumah Susun bagi Warga Negara Asing di Indonesia\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"225\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Tanah-Rumah-Rumah-Susun-bagi-WNA-300x225.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/kepemilikan-tanah-rumah-dan-rumah-susun-bagi-warga-negara-asing-di-indonesia\/\">Kepemilikan Tanah, Rumah, dan Rumah Susun bagi Warga Negara Asing di Indonesia<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/itikad-baik-pembeli-tanah-dan-perlindungan-hukum-atas-tuntutan-pihak-ketiga\/\" aria-label=\"Itikad Baik Pembeli Tanah dan Perlindungan Hukum atas Tuntutan Pihak Ketiga\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"225\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/ITIKAD-BAIK-PEMBELI-TANAH-300x225.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/itikad-baik-pembeli-tanah-dan-perlindungan-hukum-atas-tuntutan-pihak-ketiga\/\">Itikad Baik Pembeli Tanah dan Perlindungan Hukum atas Tuntutan Pihak Ketiga<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-jual-beli-tanah\/\" aria-label=\"Terlindungi: Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Jual Beli Tanah\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"225\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Hal-Hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-Jual-Beli-Tanah-300x225.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-jual-beli-tanah\/\">Terlindungi: Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Jual Beli Tanah<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/membahas-wanprestasi-lebih-dalam\/\" aria-label=\"Membahas Wanprestasi Lebih Dalam\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"225\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/membahas-wanprestasi-lebih-dalam-300x225.png\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/membahas-wanprestasi-lebih-dalam\/\">Membahas Wanprestasi Lebih Dalam<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/mengenal-hak-hak-atas-tanah-menurut-hukum-agraria\/\" aria-label=\"Mengenal Hak-Hak atas Tanah menurut Hukum Agraria\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"199\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Hak-Hak-Atas-Tanah-2-300x199.png\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/mengenal-hak-hak-atas-tanah-menurut-hukum-agraria\/\">Mengenal Hak-Hak atas Tanah menurut Hukum Agraria<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/bukti-surat-dalam-hukum-perdata\/\" aria-label=\"Bukti Surat Dalam Hukum Perdata\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"194\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/documents-300x194.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/bukti-surat-dalam-hukum-perdata\/\">Bukti Surat Dalam Hukum Perdata<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/batasan-batasan-terhadap-konten-yang-harus-diketahui-oleh-para-konten-kreator\/\" aria-label=\"Batasan-Batasan Terhadap Konten Yang Harus Diketahui oleh Para Konten Kreator\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"213\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/05\/social-media-1405601_1280-300x213.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"Gambar oleh Thanks for your Like \u2022 donations welcome dari Pixabay\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/batasan-batasan-terhadap-konten-yang-harus-diketahui-oleh-para-konten-kreator\/\">Batasan-Batasan Terhadap Konten Yang Harus Diketahui oleh Para Konten Kreator<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pandemi-covid-19-dan-force-majeure-overmacht\/\" aria-label=\"Pandemi COVID-19 dan Force Majeure (Overmacht)\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"200\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/corona-4959447_1920-300x200.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pandemi-covid-19-dan-force-majeure-overmacht\/\">Pandemi COVID-19 dan Force Majeure (Overmacht)<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pemeriksaan-setempat-descente\/\" aria-label=\"Pemeriksaan Setempat (descente)\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"224\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/1024px-IndonesianSupremeCourt-descente-300x224.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pemeriksaan-setempat-descente\/\">Pemeriksaan Setempat (descente)<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/perubahan-gugatan-dalam-hukum-perdata-indonesia\/\" aria-label=\"Perubahan Gugatan dalam Hukum Perdata Indonesia\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"284\" height=\"178\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/images.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/perubahan-gugatan-dalam-hukum-perdata-indonesia\/\">Perubahan Gugatan dalam Hukum Perdata Indonesia<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/kewajiban-hakim-mendamaikan-para-pihak-berperkara\/\" aria-label=\"Kewajiban Hakim Mendamaikan Para Pihak Berperkara\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"163\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/shaking-hands-3091908_1920-300x163.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/kewajiban-hakim-mendamaikan-para-pihak-berperkara\/\">Kewajiban Hakim Mendamaikan Para Pihak Berperkara<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/doktrin-pemisahan-separability-doctrine-dalam-perjanjian-arbitrase\/\" aria-label=\"Doktrin Pemisahan (Separability Doctrine) Dalam Perjanjian Arbitrase\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"200\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/arbitration-handwritting-300x200.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/doktrin-pemisahan-separability-doctrine-dalam-perjanjian-arbitrase\/\">Doktrin Pemisahan (Separability Doctrine) Dalam Perjanjian Arbitrase<\/a><\/li>\n<\/ul><\/div>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n<hr class=\"wp-block-separator\" \/>\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"#_ftnref1\">[1]<\/a> Pasal 1 Angka 1 UU Jasa Konstruksi: \u201cJasa Konstruksi adalah layanan jasa konsultansi konstruksi dan\/atau pekerjaan konstruksi.\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"#_ftnref2\">[2]<\/a> Pasal 1 Angka 5 UU Jasa Konstruksi: \u201cPengguna Jasa adalah pemilik atau pemberi pekerjaan yang menggunakan layanan Jasa Konstruksi.\u201d<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"#_ftnref3\">[3]<\/a> Pasal 1 Angka 6 UU Jasa Konstruksi: \u201cPenyedia Jasa adalah pemberi layanan Jasa Konstruksi.\u201d<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Beberapa kali kita mendengar berita tentang bangunan roboh, baik seluruh bagunan tersebut roboh atau hanya sebagian dari bangunan tersebut. Contoh, ambruknya selasar BEI pada tahun 2018 silam yang menjadi sorotan nasional karena mengakibatkan korban luka hingga lebih dari 70 orang. Lalu di tahun yang sama juga terjadi insiden serupa, yakni ambruknya perimeter Bandara Soekarno Hatta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":30224,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1,72],"tags":[],"class_list":["post-30223","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-hukum-perdata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30223","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30223"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30223\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31095,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30223\/revisions\/31095"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30224"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30223"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30223"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30223"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}