{"id":29864,"date":"2020-06-12T01:35:31","date_gmt":"2020-06-11T18:35:31","guid":{"rendered":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/?p=29864"},"modified":"2022-03-14T11:02:16","modified_gmt":"2022-03-14T04:02:16","slug":"mengenal-hak-hak-atas-tanah-menurut-hukum-agraria","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/mengenal-hak-hak-atas-tanah-menurut-hukum-agraria\/","title":{"rendered":"Mengenal Hak-Hak atas Tanah menurut Hukum Agraria"},"content":{"rendered":"\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Dalam Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diatur bahwa:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\r\n<p><em>\u201cBumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.\u201d<\/em><\/p>\r\n<\/blockquote>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Hak menguasai yang dimiliki oleh negara tersebut memberikan wewenang kepada negara untuk:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol class=\"wp-block-list\">\r\n<li>mengatur dan menyelenggarakan peruntukan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan bumi, air dan ruang angkasa;<\/li>\r\n<li>menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang-orang dengan bumi, air dan ruang angkasa;<\/li>\r\n<li>menentukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum antara orang-orang dan perbuatan-perbuatan hukum yang mengenai bumi, air dan ruang angkasa.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Berdasarkan hak menguasai Negara ditentukan adanya macam-macam hak atas tanah yang dapat diberikan kepada dan dimiliki oleh orang dan juga badan hukum. Hak-hak atas tanah ini memberi wewenang kepada yang menguasainya untuk mempergunakan tanah yang bersangkutan, demikian pula tubuh bumi dan air serta ruang yang ada di atasnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Berdasarkan Pasal 16 Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (\u201c<strong>UU Agraria<\/strong>\u201d), terdapat 8 hak-hak atas tanah yaitu:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol class=\"wp-block-list\">\r\n<li>hak milik,<\/li>\r\n<li>hak guna usaha (\u201c<strong>HGU<\/strong>\u201d),<\/li>\r\n<li>hak guna bangunan (\u201c<strong>HGB<\/strong>\u201d),<\/li>\r\n<li>hak pakai,<\/li>\r\n<li>hak sewa,<\/li>\r\n<li>hak membuka tanah,<\/li>\r\n<li>hak memungut hasil hutan,<\/li>\r\n<li>hak-hak lain yang tidak termasuk dalam hak-hak tersebut di atas yang akan ditetapkan dengan Undang-undang serta hak-hak yang sifatnya sementara sebagai yang disebutkan dalam pasal 53<a href=\"#_ftn1\">[1]<\/a>.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Melalui artikel ini kami hendak membahas hak milik, HGU, HGB, hak pakai, dan hak sewa, terutama mengenai kepemilikan, hapusnya hak, dan juga hak apa saja yang dimiliki oleh pemilik hak tanah tersebut.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hak Milik<\/strong><\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Sifat dari hak milik adalah hak turun-menurun, terkuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah. Berbeda dengan hak atas tanah lainnya, hak milik tidak memiliki jangka waktu.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Yang dapat memiliki hak milik adalah warga negara Indonesia, serta badan-badan hukum tertentu yang ditetapkan oleh Pemerintah. Berdasarkan Pasal 1 Peraturan Pemerintah No. 38 tahun 1963 tentang Penunjukan Badan-Badan Hukum yang dapat Mempunyai Hak Milik atas Tanah, badan-badan hukum yang dapat memiliki hak milik atas tanah antara lain:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol class=\"wp-block-list\">\r\n<li>Bank-bank negara;<\/li>\r\n<li>Perkumpulan-perkumpulan koperasi pertanian;<\/li>\r\n<li>Badan-badan keagamaan;<\/li>\r\n<li>Badan-badan sosial.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Apabila seorang asing memperoleh tanah hak milik karena waris tanpa wasiat atau karena percampuran harta akibat perkawinan, maka hak milik yang diperolehnya tersebut wajib dilepaskan atau dialihkan paling lambat 1 tahun sejak diperolehnya hak milik. Apabila tidak dilepaskan atau dialihkan maka hak milik tersebut hapus karena hukum dan tanahnya menjadi milik negara. Hal yang sama juga berlaku apabila hak milik tersebut dimiliki oleh orang yang kehilangan kewarganegaraan Indonesia. Paling lambat 1 tahun sejak kehilangan kewarganegaraan Indonesia tersebut ia wajib melepaskan atau mengalihkan hak milik tersebut.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Sebagaimana disinggung di atas hak milik tidak memiliki jangka waktu, namun hak milik tetap bisa berakhir karena alasan-alasan tertentu. Hapusnya hak milik dapat terjadi dalam hal tanah tersebut musnah, terjadi pencabutan hak, pemiliknya menyerahkan tanahnya secara sukarela, penelantaran, dan beralihnya hak milik kepada orang asing dan tidak dilepaskan (sebagaimana dijelaskan dalam paragraf di atas).\u00a0\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pemilik hak milik berhak untuk mengalihkan tanahnya dengan cara jual beli, penukaran, hibah, waris (melalui wasiat) dan perbuatan pengalihan hak lainnya. Selain itu, pemilik hak milik juga bisa menjadikan tanah hak milik sebagai jaminan atas hutang dengan pemberian Hak Tanggungan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pemilik hak milik dapat mengadakan perjanjian dengan pihak lainnya sehingga pihak lainnya ini akan mempunyai Hak Guna Bangunan (HGB) di atas tanah hak milik.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hak Guna Usaha (HGU)<\/strong><\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">HGU adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara. HGU dapat dimiliki dengan jangka waktu paling lama 25 tahun, guna perusahaan pertanian, perikanan atau peternakan. Perusahaan yang memerlukan waktu yang lebih lama dapat diberikan HGU paling lama 35 tahun. Setelah jangka waktu HGU tersebut berakhir, Pemilik HGU dapat memohon perpanjangan untuk waktu yang paling lama 25 tahun.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">HGU dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia dan badan-badan hukum Indonesia yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Selain karena berakhirnya jangka waktu, HGU juga akan hapus juga karena:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol class=\"wp-block-list\">\r\n<li>dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena sesuatu syarat tidak dipenuhi;<\/li>\r\n<li>dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir;<\/li>\r\n<li>dicabut untuk kepentingan umum;<\/li>\r\n<li>ditelantarkan;<\/li>\r\n<li>tanahnya musnah;<\/li>\r\n<li>pemilik HGU kehilangan syarat-syarat sebagai pemilik HGU atau suatu pihak menerima pengalihan menurut hukum atas sebuah HGU namun tidak memenuhi syarat sebagai pemilik HGU dan dalam jangka waktu 1 tahun tidak melakukan pelepasan atau pengalihan hak kepada pihak yang berhak.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pemilik HGU berhak untuk mengalihkan HGU kepada pihak lain. Selain itu Pemilik HGU juga dapat menjaminkan tanah HGU tersebut dengan Hak Tanggungan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hak Guna Bangunan (HGB) <\/strong><\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">HGB adalah hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan atas tanah yang bukan miliknya sendiri. HGB diberikan untuk jangka waktu paling lama 30 tahun dan dapat diperpanjang dengan waktu paling lama 20 tahun. HGB dapat dimiliki oleh warga negara Indonesia dan badan-badan hukum Indonesia yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">HGB terjadi dikarenakan Penetapan Pemerintah atas tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau atas tanah milik pihak lain. Terkait dengan HGB atas tanah milik orang lain terjadi karena pihak yang akan memperoleh HGB telah mengadakan perjanjian yang berbentuk akta otentik dengan pemilik hak milik, perjanjian mana yang bertujuan untuk memperoleh HGB tersebut. \u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain karena berakhirnya jangka waktu, HGB akan hapus juga karena:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol class=\"wp-block-list\">\r\n<li>jangka waktunya berakhir;<\/li>\r\n<li>dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena sesuatu syarat tidak dipenuhi;<\/li>\r\n<li>dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktunya berakhir;<\/li>\r\n<li>dicabut untuk kepentingan umum;<\/li>\r\n<li>ditelantarkan;<\/li>\r\n<li>tanahnya musnah;<\/li>\r\n<li>pemilik HGB kehilangan syarat-syarat sebagai pemilik HGU atau suatu pihak menerima pengalihan menurut hukum atas sebuah HGU namun tidak memenuhi syarat sebagai pemilik HGB dan dalam jangka waktu 1 tahun tidak melakukan pelepasan atau pengalihan hak kepada pihak yang berhak.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pemilik HGB berhak untuk mengalihkan HGB kepada pihak lain. Selain itu Pemilik HGB juga dapat menjaminkan tanah HGB tersebut dengan Hak Tanggungan.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hak Pakai<\/strong><\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Hak pakai adalah hak untuk menggunakan dan\/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain, yang memberi wewenang dan kewajiban yang ditentukan dalam keputusan pemberiannya oleh pejabat yang berwenang memberikannya atau dalam perjanjian dengan pemilik tanahnya.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hak pakai dapat diberikan:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol class=\"wp-block-list\">\r\n<li>selama jangka waktu yang tertentu atau selama tanahnya dipergunakan untuk keperluan yang tertentu;<\/li>\r\n<li>dengan cuma-cuma, dengan pembayaran atau pemberian jasa berupa apapun.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang dapat memiliki hak pakai antara lain :<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol class=\"wp-block-list\">\r\n<li>warga negara Indonesia;<\/li>\r\n<li>orang asing yang berkedudukan di Indonesia;<\/li>\r\n<li>badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia;<\/li>\r\n<li>badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Berbeda dengan hak-hak lainnya, pemilik hak pakai tidak dapat mengalihkan hak pakai tersebut kepada pihak lain, kecuali dengan izin dari pejabat yang berwenang (apabila hak pakai diperoleh dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara) atau izin dari pemilik tanah (apabila hal itu dimungkinkan dalam perjanjian dengan pemilik tanah). Pemilik hak pakai juga tidak memiliki hak untuk menjaminkan tanahnya sebagai jaminan atas hutang.\u00a0\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Selain itu, hak pakai dapat diberikan kepada orang asing atau badan hukum asing. Beranjak dari hal tersebut, peraturan perundang-undangan di Indonesia memberikan hak bagi orang asing untuk dapat memiliki tempat tinggal dengan Hak Pakai. Syarat dan ketentuan bagi orang asing untuk dapat memiliki tempat tinggal dengan Hak Pakai lebih lanjut diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 103 tahun 2015 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian Oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia.\u00a0\u00a0<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<h4 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hak Sewa<\/strong><\/h4>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Seseorang atau suatu badan hukum mempunyai hak sewa atas tanah, apabila ia berhak mempergunakan tanah milik orang lain untuk keperluan bangunan, dengan membayar kepada pemiliknya sejumlah uang sebagai sewa.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang dapat menjadi pemegang hak sewa ialah:<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<ol class=\"wp-block-list\">\r\n<li>warga negara Indonesia;<\/li>\r\n<li>orang asing yang berkedudukan di Indonesia;<\/li>\r\n<li>badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia;<\/li>\r\n<li>badan hukum asing yang mempunyai perwakilan di Indonesia.<\/li>\r\n<\/ol>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Selain hak pakai, hak sewa juga memungkinkan untuk diberikan kepada orang atau badan hukum asing.<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semoga bermanfaat.<\/p>\r\n<div class=\"wp-block-group\">\r\n<div class=\"wp-block-group__inner-container\">\r\n\r\n\r\n<h6 class=\"wp-block-heading\"><strong>FREDRIK J PINAKUNARY LAW OFFICES<\/strong><\/h6>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"has-normal-font-size wp-block-paragraph\"><strong>LinkedIn: <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/fjp-law-offices\/?viewAsMember=true\">FJP Law Offices<\/a> | Facebook: <a href=\"https:\/\/web.facebook.com\/FJPLaw\/\">@FJPLaw<\/a> | Instagram: <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/fredrik_jp\/\">@fredrik_jp<\/a><\/strong><\/p>\r\n<\/div>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n\r\n<div class=\"wp-block-group has-background\" style=\"background-color: #f9f9f9;\">\r\n<div class=\"wp-block-group__inner-container is-layout-flow wp-block-group-is-layout-flow\"><\/div>\r\n<\/div>\r\n<div class=\"wp-block-group\">\r\n<div class=\"wp-block-group__inner-container\">\r\n<h4>\u00a0<\/h4>\r\n<h4><strong>LIHAT ARTIKEL LAINNYA<\/strong><\/h4>\r\n<p>&nbsp;<\/p>\r\n\r\n\r\n<ul class=\"wp-block-latest-posts__list alignleft wp-block-latest-posts is-layout-flow wp-block-latest-posts-is-layout-flow\"><li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/hak-dan-upaya-hukum-bagi-para-pihak-yang-terdampak-karena-pengadaan-tanah-untuk-kepentingan-umum\/\" aria-label=\"Hak dan Upaya Hukum bagi Para Pihak yang Terdampak karena Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"156\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/Hak-dan-Upaya-Hukum-bagi-Para-Pihak-yang-Terdampak-karena-Pengadaan-Tanah-untuk-Kepentingan-Umum-300x156.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/hak-dan-upaya-hukum-bagi-para-pihak-yang-terdampak-karena-pengadaan-tanah-untuk-kepentingan-umum\/\">Hak dan Upaya Hukum bagi Para Pihak yang Terdampak karena Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/harta-bersama-dalam-perkawinan-dan-implikasinya-dalam-kegiatan-usaha\/\" aria-label=\"Harta Bersama dalam Perkawinan dan Implikasinya dalam Kegiatan Usaha\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"196\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/10\/Harta-Bersama-Perkawinan-300x196.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/harta-bersama-dalam-perkawinan-dan-implikasinya-dalam-kegiatan-usaha\/\">Harta Bersama dalam Perkawinan dan Implikasinya dalam Kegiatan Usaha<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/kepemilikan-tanah-rumah-dan-rumah-susun-bagi-warga-negara-asing-di-indonesia\/\" aria-label=\"Kepemilikan Tanah, Rumah, dan Rumah Susun bagi Warga Negara Asing di Indonesia\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"225\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Tanah-Rumah-Rumah-Susun-bagi-WNA-300x225.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/kepemilikan-tanah-rumah-dan-rumah-susun-bagi-warga-negara-asing-di-indonesia\/\">Kepemilikan Tanah, Rumah, dan Rumah Susun bagi Warga Negara Asing di Indonesia<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/itikad-baik-pembeli-tanah-dan-perlindungan-hukum-atas-tuntutan-pihak-ketiga\/\" aria-label=\"Itikad Baik Pembeli Tanah dan Perlindungan Hukum atas Tuntutan Pihak Ketiga\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"225\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/ITIKAD-BAIK-PEMBELI-TANAH-300x225.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/itikad-baik-pembeli-tanah-dan-perlindungan-hukum-atas-tuntutan-pihak-ketiga\/\">Itikad Baik Pembeli Tanah dan Perlindungan Hukum atas Tuntutan Pihak Ketiga<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-jual-beli-tanah\/\" aria-label=\"Terlindungi: Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Jual Beli Tanah\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"225\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/Hal-Hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-Jual-Beli-Tanah-300x225.jpg\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-dalam-jual-beli-tanah\/\">Terlindungi: Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Jual Beli Tanah<\/a><\/li>\n<li><div class=\"wp-block-latest-posts__featured-image alignleft\"><a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/mengenal-hak-hak-atas-tanah-menurut-hukum-agraria\/\" aria-label=\"Mengenal Hak-Hak atas Tanah menurut Hukum Agraria\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"199\" src=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-content\/uploads\/2020\/06\/Hak-Hak-Atas-Tanah-2-300x199.png\" class=\"attachment-medium size-medium wp-post-image\" alt=\"\" style=\"max-height:250px;\" \/><\/a><\/div><a class=\"wp-block-latest-posts__post-title\" href=\"https:\/\/fjp-law.com\/id\/mengenal-hak-hak-atas-tanah-menurut-hukum-agraria\/\">Mengenal Hak-Hak atas Tanah menurut Hukum Agraria<\/a><\/li>\n<\/ul><\/div>\r\n<\/div>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><a href=\"#_ftnref1\">[1]<\/a> Pasal 53 UU Agraria<\/p>\r\n\r\n\r\n\r\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cHak-hak yang sifatnya sementara sebagai yang dimaksud dalam pasal 16 ayat (1) huruf h, ialah hak gadai, hak usaha bagi hasil, hak menumpang dan hak sewa tanah pertanian diatur untuk membatasi sifat-sifatnya yang bertentangan dengan Undang-undang ini dan hak-hak tersebut diusahakan hapusnya di dalam waktu yang singkat\u201d.<\/p>\r\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 diatur bahwa: \u201cBumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.\u201d Hak menguasai yang dimiliki oleh negara tersebut memberikan wewenang kepada negara untuk: mengatur dan menyelenggarakan peruntukan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan bumi, air [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29869,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1,72,200],"tags":[201],"class_list":["post-29864","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-hukum-perdata","category-pertanahan-properti","tag-hak-atas-tanah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29864","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29864"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29864\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31060,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29864\/revisions\/31060"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}