{"id":29778,"date":"2020-04-28T23:12:35","date_gmt":"2020-04-28T16:12:35","guid":{"rendered":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/?p=29778"},"modified":"2021-02-05T14:18:10","modified_gmt":"2021-02-05T07:18:10","slug":"pengaturan-pencabutan-gugatan-dalam-hukum-perdata-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pengaturan-pencabutan-gugatan-dalam-hukum-perdata-indonesia\/","title":{"rendered":"Pengaturan Pencabutan Gugatan dalam Hukum Perdata Indonesia"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pencabutan gugatan tidak diatur di dalam HIR maupun RBG. Namun, landasan\npedoman hukum yang dapat dipertanggungjawabkan tetap diperlukan agar hak dan\nkepetingan para pihak, terutama kepentingan tergugat, tidak dilanggar. Maka\ndari itu, landasan pedoman hukum yang dianggap valid untuk pencabutan gugatan\nmeliputi:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Pasal 271 dan Pasal 272 Rv berdasar prinsip Process Doelmatigheid<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Meskipun Rv\ntidak berlaku, dalam masalah tertentu masih perlu dipedomani sesuai dengan\nprinsip <em>process doelmatigheid<\/em>\n(kepentingan beracara) atau <em>process orde<\/em>\n(ketertiban beracara) apabila tidak diatur dalam HIR dan RBG.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Penggunaan\nPasal 271 dan 272 Rv sebagai pedoman juga dikemukakan dalam Buku II Pedoman\nPelaksanaan Tugas dan Administrasi Peradilan. Dalam buku tersebut, secara\ntersirat MA mengajak pengadilan menggunakan Pasal 271 dan 272 Rv sebagai\nrujukan penyelesaian pencabutan gugatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bawah ini\nmerupakan kutipan Pasal 271 Rv dan Pasal 272 Rv:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasal 271 Rv<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>\u201cPenggugat dapat melepaskan gugatan (mencabut perkaranya) asal hal itu dilakukan sebelum diberikan jawaban. Setelah ada jawaban, maka pencabutan gugatan hanya dapat terjadi dengan persetujuan pihak lawan\u201d<\/em><\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pasal 272 Rv<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\"><p><em>\u201cPencabutan gugatan dapat dilakukan di dalam sidang pengadilan jika semua pihak hadir secara pribadi atau pengacara-pengacara mereka yang mendapat surat kuasa untuk itu, atau dengan kuasa yang sama diberitahukan dengan akta sederhana oleh pengacara pihak satu kepada pengacara pihak lawan. <\/em><\/p><p><em>Pencabutan gugatan dapat diterima dengan cara yang sama. Pencabutan gugatan membawa akibat hukum kepada : <\/em><\/p><p><em>1)Semua pada kedua belah pihak dikembalikan kepada keadaan yang sama seperti sebelum diajukan gugatan,<\/em><\/p><p><em>2)Pihak yang mencabut gugatannya berkewajiban membayar biaya perkara yang harus dilakukan berdasarkan surat perintah ketua yang ditulis menurut penaksiran besarnya biaya, <\/em><\/p><\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Surat\nperintah ini dapat dilaksanakan segera\u201d<\/em><em><\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Yurisprudensi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Meskipun di Indonesia tidak menganut sistem\npreseden, hakim juga dapat menggunakan yurisprudensi sebagai pedoman dan\nrujukan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pencabutan gugatan dapat dilakukan pada saat tergugat belum\nmenyampaikan jawaban atau setelah jawaban disampaikan. Di bawah ini akan\ndibahas mengenai perbedaan keduanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Sebelum tergugat menyampaikan jawaban<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Hak mencabut gugatan yang paling murni dan mutlak menjadi\nhak penuh penggugat sebenarnya terjadi pada saat baru pada tahap pendaftaran\ndan pendistribusian kepada majelis, dan proses belum berlanjut pada tahap\npemanggilan. Akan tetapi, berdasarkan Pasal 271 Rv dan praktik pengadilan,\nperluasan hak tersebut dapat meningkat sampai tahap selama tergugat belum\nmengajukan jawaban. Hal ini juga ditegaskan melalui salah satu putusan MA yang\nberbunyi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Selama proses\npemeriksaan perkara di persidangan belum berlangsung, penggugat berhak mencabut\ngugatan tanpa persetujuan tergugat,<\/li><li>Setelah\nproses pemeriksaan berlangsung, pencabutan masih boleh dilakukan, dengan syarat\nharus ada persetujuan pihak tergugat. <\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Di bawah ini\nmerupakan prosedur pencabutan gugatan sebelum tergugat menyampaikan jawaban: <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1) Pencabutan dilakukan dengan surat<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Ditujukan dan disampaikan kepada Ketua PN<\/li><li>Berisi penegasan pencabutan gugatan. Pencabutan yang dilakukan dengan lisan pada prinsipnya tidak sah dan harus ditolak. Akan tetapi dapat juga dibenarkan dengan syarat.<ul><li>Pencabutan dilakukan di depan Ketua PN atau&nbsp; panitera<\/li><li>Atas pencabutan itu dibuat akta pencabutan yang ditandatangani penggugat dan Ketua PN atau panitera<\/li><\/ul><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2) Ketua PN menyelesaikan Administrasi Yustisial atas Pencabutan <\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Apabila panggilan sidang sudah disampaikan\nkepada tergugat, tindakan administrasi yustisial yang harus diselesaikan Ketua\nPN atau majelis tersebut adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Memerintahkan juru sita menyampaikan pemberitahuan pencabutan kepada tergugat;<\/li><li>Pemberitahuan pencabutan dapat disampaikan pada hari sidang yang ditentukan;<\/li><li>Memerintahkan panitera melakukan pencoretan perkara dari buku register.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Setelah tergugat menyampaikan jawaban<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pasal 271 Rv\nmenyatakan bahwa setelah ada jawaban maka pencabutan gugatan hanya dapat\nterjadi dengan persetujuan pihak lawan. Apabila pencabutan gugatan tidak\ndibatasi jangka waktunya, penggugat dapat saja bertindak sewenang-wenang kepada\ntergugat. Maka ketentuan ini sebenarnya bertujuan untuk melindungi kepentingan\ntergugat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prosedur\npencabutan gugatan setelah tergugat menyerahkan jawaban:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">1) Pencabutan dilakukan pada sidang<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyampaian pencabutan dilakukan pada sidang\nyang dihadiri tergugat<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">2) Meminta persetujuan dari Tergugat<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Proses yang harus ditempuh majelis untuk\nmenyelesaikannya adalah sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">a) Majelis menanyakan pendapat tergugat<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Menanyakan pendapat tergugat tidak dapat\nditunda dan harus langsung pada saat itu juga. Namun jawaban tergugat tidak\nharus diberikan pada saat itu juga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">b) Tergugat menolak pencabutan<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Pengadilan atau majelis harus tunduk menaati atas penolakan<\/li><li>Majelis menyampaikan pernyataan dalam sidang untuk melanjutkan pemeriksaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/li><li>Memerintahkan panitera untuk mencatat penolakan dalam berita acara sidang, sebagai bukti otentik atas penolakan itu. Penolakan pencabutan tidak perlu dituangkan dalam bentuk penetapan atau putusan sela.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">c) Tergugat menyetujui pencabutan<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Majelis menerbitkan putusan atau penetapan pencabutan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Persetujuan\npencabutan yang diberikan tergugat, selain dicatat dalam berita acara\ndituangkan juga dalam bentuk putusan atau penetapan, penyelesaian gugatan\n(perkara) menjadi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Bersifat final, dalam arti sengketa di antara penggugat dan tergugat berakhir<\/li><li>Sifat final itu atas penyelesaian perkara berdasarkan kesepakatan (agreement) di depan sidang pengadilan, sehingga pencabutan merupakan undang-undang bagi para pihak berdasarkan Pasal 1338 KUHPer<\/li><li>Memerintahkan pencoretan perkara dari register atas alasan pencabutan<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pencabutan gugatan memiliki akibat hukum yang diatur\ndalam Pasal 272 Rv, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">a. Pencabutan mengakhiri perkara<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pencabutan\ngugatan bersifat final mengakhiri penyelesaian sengketa. Tidak menjadi soal\napakah pencabutan dilakukan terhadap gugatan yang belum diperiksa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">b. Tertutup segala upaya hukum bagi para pihak<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Putusan\npencabutan gugatan mengikat (binding) sebagaimana layaknya putusan yang telah\nberkekuatan hukum tetap, maka hak para pihak untuk mengajukan segala bentuk\nupaya hukum menjadi tertutup.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">c. Para pihak kembali kepada keadaan semula<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Demi hukum,\npara pihak kembali pada keadaan semula, sebagaimana halnya sebelum gugatan\ndiajukan, seolah-olah di antara mereka tidak pernah terjadi sengketa<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">d. Biaya perkara dibebankan kepada penggugat <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semoga bermanfaat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>FREDRIK J. PINAKUNARY LAW OFFICES<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Temui dan Ikuti kami juga di media sosial kami<\/em><br><strong>LinkedIn:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/company\/fjp-law-offices\/?viewAsMember=true\">FJP Law Offices<\/a>\u00a0| Facebook:\u00a0<a href=\"https:\/\/web.facebook.com\/FJPLaw\/\">@FJPLaw<\/a>\u00a0| Instagram:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/fredrik_jp\/\">@fredrik_jp<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pencabutan gugatan tidak diatur di dalam HIR maupun RBG. Namun, landasan pedoman hukum yang dapat dipertanggungjawabkan tetap diperlukan agar hak dan kepetingan para pihak, terutama kepentingan tergugat, tidak dilanggar. Maka dari itu, landasan pedoman hukum yang dianggap valid untuk pencabutan gugatan meliputi: 1. Pasal 271 dan Pasal 272 Rv berdasar prinsip Process Doelmatigheid Meskipun Rv [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29544,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1,79],"tags":[],"class_list":["post-29778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-hukum-acara-perdata"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29778"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29778\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30273,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29778\/revisions\/30273"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29544"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}