{"id":29725,"date":"2020-04-07T17:38:14","date_gmt":"2020-04-07T10:38:14","guid":{"rendered":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/?p=29725"},"modified":"2020-04-07T17:38:46","modified_gmt":"2020-04-07T10:38:46","slug":"pewaris-yang-melakukan-wanprestasi-maka-ahli-warisnya-dapat-digugat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/pewaris-yang-melakukan-wanprestasi-maka-ahli-warisnya-dapat-digugat\/","title":{"rendered":"Pewaris yang Melakukan Wanprestasi Maka Ahli Warisnya Dapat Digugat"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Putusan Mahkamah Agung No.1159 K\/Pdt\/2012<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Pasal 833\ndan Pasal 1100 KUHPer menjelaskan bahwa: Hak dan kewajiban dari si pewaris\nsecara otomatis menjadi hak dan kewajiban ahli waris, sekalipun si ahli waris\nbelum\/tidak mengetahui adanya pewarisan. Asas ini disebut Saisine: dalam hal\nadanya suatu hubungan hukum antar dua orang berdasarkan suatu putusan\npengadilan maka meninggalnya salah satu pihak tidak menghilangkan hubungan\nhukum tersebut, tetapi hak dan kewajiban tersebut beralih kepada para ahli\nwaris. Asas ini ditegaskan oleh Mahkamah Agung bahwa penggugat berhak untuk\nmengajukan gugatan kepada ahli waris agar melunasi hutang pewaris. Mahkamah\nAgung menyatakan bahwa pewaris yang melakukan wanprestasi maka ahli warisnya\ndapat digugat untuk mempertanggungjawabkan hal tesebut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Putusan Mahkamah Agung No.1159 K\/Pdt\/2012 Pasal 833 dan Pasal 1100 KUHPer menjelaskan bahwa: Hak dan kewajiban dari si pewaris secara otomatis menjadi hak dan kewajiban ahli waris, sekalipun si ahli waris belum\/tidak mengetahui adanya pewarisan. Asas ini disebut Saisine: dalam hal adanya suatu hubungan hukum antar dua orang berdasarkan suatu putusan pengadilan maka meninggalnya salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[119,142],"tags":[],"class_list":["post-29725","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-hukum-keluarga","category-yurisprudensi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29725","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29725"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29725\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29726,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29725\/revisions\/29726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}