{"id":29575,"date":"2020-03-02T16:27:26","date_gmt":"2020-03-02T09:27:26","guid":{"rendered":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/?p=29575"},"modified":"2020-08-31T12:41:16","modified_gmt":"2020-08-31T05:41:16","slug":"makna-utang-dalam-putusan-mahkamah-agung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/makna-utang-dalam-putusan-mahkamah-agung\/","title":{"rendered":"Makna Utang Dalam Putusan Mahkamah Agung"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-justify wp-block-paragraph\">Berdasarkan pengamatan kami terhadap pandangan Mahkamah Agung mengenai pengertian utang, terlihat bahwa ada putusan yang mengartikan utang dalam pandangan luas dan ada juga dalam pandangan sempit. Oleh karena itu di bawah ini adalah beberapa putusan Mahkamah Agung terkait hal tersebut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table is-style-regular\"><table class=\"\"><tbody><tr><td>\n  <strong>No.<\/strong>\n  <\/td><td>\n  <strong>Putusan<\/strong>\n  <\/td><td>\n  <strong>Pandangan Luas<\/strong>\n  <\/td><td>\n  <strong>Pandangan Sempit<\/strong>\n  <\/td><\/tr><tr><td>\n  1.\n  <\/td><td>\n  <strong>Putusan Mahkamah Agung No. 030 K\/N\/1999 tanggal 28 September 1999<\/strong>\n  <\/td><td>\n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  <\/td><td>\n  Telah terjadi suatu perjanjian untuk\n  menayangkan iklan dalam televisi, antara pemilik SCTV dengan pemasang iklan\n  PT GEBYAR CIPTA KREASI. Setelah iklan ditayangkan dalam SCTV, ternyata\n  \u201cPemasang Iklan\u201d melakukan wanprestasi yaitu tidak membayar ongkos\/harga\n  iklan yang telah ditayangkan terebut kepada pemilik SCTV. Bahkan pemasang\n  iklan hilang tidak diketahui lagi domisilinya di Indonesia;Perbuatan wanprestasi dari pemasang iklan\n  tersebut, <strong>bukan merupakan hubungan hukum utang piutang, ex, UU No. 4\/1998\n  tentang Kepailitan, melainkan merupakan suatu perkara perdata yang harus\n  digugat di Pengadilan Negeri.<\/strong>\n  \n  &nbsp;\n  Para\n  Pihak:\n  <strong>PT Surya Citra Televisi (Pemohon Pailit), <\/strong>diwakili\n  kuasanya:\n  Denny Kailimang, S.H.Harry Ponto, S.H., LL.M., dan Benny Ponto, S.H.\n  \n  \n  VS\n  <strong>PT Gebyar Cipta Kreasi (Termohon Pailit)<\/strong>\n  &nbsp;\n  <\/td><\/tr><tr><td>\n  2.\n  <\/td><td>\n  <strong>Putusan Mahkamah Agung No. 05 K\/N\/99 tanggal 2 Maret 1999<\/strong>\n  <\/td><td>\n  &nbsp;\n  <\/td><td>\n  Hubungan hukum dalam Perjanjian\n  Pemborongan, atau \u201cPersetujuan untuk melakukan pekerjaan\u201d ex Pasal 1601 BW\n  pihak \u201cPemberi Kerja\u201d tidak\/belum membayar lunas \u201congkos kerja\u201d kepada\n  Penerima Kerja, maka pihak Pemberi Kerja dalam <strong>keadaan wanprestasi,\n  sehingga ia mempunyai \u201cutang\u201d kepada Penerima Kerja. Utang yang tidak\/belum\n  dibayar yang demikian ini, bukan wewenang Pengadilan Niaga (Kepailitan)\n  melainkan wewenang Pengadilan Negeri sebagai Perkara Perdata<\/strong>;Obyek<strong> Perkara Kepailitan yang\n  menjadi wewenang Pengadilan Niaga seperti yang ditentukan dalam Pasal 1 ayat\n  1 UU No. 4 tahun 1998 adalah \u201cutang\u201d yang timbul dari hubungan hukum\n  utang-piutang.<\/strong> Dan \u201cutang\u2019 tersebut terdiri dari utang pokok dan bunganya\n  yang tidak dibayar oleh Debitur kepada Kreditur, yang sudah jatuh tempo dan\n  dapat ditagih;\n  \n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  Majelis\n  Hakim Kasasi:\n  H. Soeharto, S.H. (Ketua);Ny. Supraptini Sutarto, S.H. danPaulus Effendi Lotulung.\n  \n  \n  &nbsp;\n  Para\n  Pihak dalam perkara ini:\n  <strong>PT Suryatata Internusa<\/strong> (Pemohon Pailit) diwakili\n  Kuasanya:\n  Denny Kailimang, S.H.;Harry Ponto, S.H., LL.M;Benny Ponto, S.H.;\n  \n  \n  VS\n  <strong>PT Abdi Persada Nusantara (Termohon Pailit);<\/strong>\n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  <strong>PT Bank Negara Indonesia (PERSERO) Tbk<\/strong>.,\n  diwakili\n  Kuasanya dari Kantor Pengacara Oemar Seno Adji yaitu Wimboyono Seno Adji,\n  S.H., Suratini, S.H., Indriyanto Seno Adji, S.H. MH.;\n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  <strong>PT BNI Multi Finance (Kreditur lain)<\/strong>\n  yang\n  diwakili kuasanya dari Kantor Handra, Darwin, Rahmad dan Rekan yaitu: Handra\n  Deddy Hasan, S.H., Rahmad Irwan, S.H., Affandi M., S.H.\n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  <strong>Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) Taman Festival Bali (Kreditur\n  lain)<\/strong>\n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  <\/td><\/tr><tr><td>\n  3.\n  <\/td><td>\n  <strong>Putusan Mahkamah Agung No. 03 K\/N\/99 tanggal 5 Mei 1999<\/strong>\n  <\/td><td>\n  &nbsp;\n  <\/td><td>\n  Hutang uang yang timbul dari transaksi\n  jual beli barang (semen) dan jual beli saham, di mana hutang tersebut sudah\n  jatuh tempo dan tidak dapat dibayar lunas oleh debitur, maka hubungan hukum\n  utang piutang yang demikian itu, bukan merupakan obyek kepailitan menurut UU\n  No. 4 Tahun 1998;Obyek kepailitan menurut Pasal 1 ayat (1)\n  Undang-Undang No. 4. Tahun 1998 serta penjelasannya adalah <strong>utang yang\n  tidak dibayar oleh debitur, berupa utang pokok dan bunganya, sehingga\n  pengertian hubungan hukum utang piutang dalam UU Kepailitan tersebut adalah\n  hubungan hukum yang didasarkan pada konstruksi hukum pinjam meminjam uang\n  berupa utang pokok beserta bunganya<\/strong>.\n  \n  &nbsp;\n  Para\n  Pihak dalam Perkara ini:\n  <strong>PT Cipta Niaga cabang Utama Surabaya;<\/strong>\n  <strong>PT Sumber Artha Invesindo;<\/strong>\n  <strong>Harsono Lukito;<\/strong>\n  Ketiganya\n  diwakili oleh kuasanya:\n  Artono,\n  S.H.\n  VS\n  <strong>UD Sarana Bakti (Pemohon Pailit) <\/strong>diwakili\n  oleh kuasanya<strong>:<\/strong>\n  Koestiyanto,\n  S.H. \n  dan \n  <strong>PT Semen Gresik (PERSEROAN);<\/strong><strong>PT Bank Negara Indonesia\n  (PERSERO) Tbk.;<\/strong><strong>Ny. Indrawati.<\/strong>\n  \n  \n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  <\/td><\/tr><tr><td>\n  4.\n  <\/td><td>\n  <strong>Putusan Mahkamah Agung RI (Peninjauan Kembali) No. 05.PK\/N\/1999 tanggal\n  14 Mei 1999<\/strong>\n  &nbsp;\n  <\/td><td>\n  &nbsp;\n  <\/td><td>\n  Pengertian hukum \u201cUtang\u201d dalam Pasal 1\n  (1) Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 1998 jo.\n  Undang-Undang No. 4 Tahun 1998 adalah:\n  <strong>\u201cUtang dalam kaitan hubungan hukum pinjam meminjam uang\n  atau kewajiban untuk membayar sejumlah uang<\/strong>\n  sebagai salah bentuk khusus dari berbagai bentuk perikatan (<em>verbentenis<\/em>)\n  pada umumnya, seperti: jual beli, sewa menyewa dan sebagainya;\n  Hubungan hukum yang terjadi dalam\n  perkara tersebut di atas, adalah hubungan hukum antara pembeli dan penjual\n  kemudian menciptakan hubungan hukum hutang-piutang\/hubungan debitur dengan\n  kreditur, dalam arti, penjual berkewajiban menyerahkan apartemen kepada pembeli\n  yang berkewajiban pula membayar harga pembeliannya. Karena Penjual tidak\n  memenuhi kewajibannya, maka terjadilah perbuatan <strong>\u201cingkar\n  janji\/wanprestasi\u201d<\/strong>, yang dapat jadi dasar untuk mengajukan gugatan di muka\n  Hakim Perdata, dan <strong>bukan dengan mengajukan permohonan Kepailitan ke Hakim\n  Niaga;<\/strong>\n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  Majelis\n  Hakim (Pemeriksaan Peninjauan Kembali):\n  Sarwata, S.H. (Ketua Sidang);TH. Ketut Suraputra, S.H.;Zakir, S.H.\n  \n  \n  &nbsp;\n  Para\n  Pihak:\n  <strong>PT Jawa Barat Indah (Termohon Pailit)<\/strong>\n  diwakili Kuasanya:\n  Gunawan\n  Nanung, S.H.;\n  VS\n  <strong>Sumeini Omar Sandjaya;<\/strong>\n  <strong>Widyastuti;<\/strong>\n  Keduanya\n  Pemohon Pailit, diwakili oleh kuasanya:\n  Marlianus Rusli, S.H. dan Metiawati, S.H.\n  \n  <\/td><\/tr><tr><td>\n  5.\n  <\/td><td>\n  <strong>Putusan Mahkamah Agung (Peninjauan Kembali) No. 06.PK\/N\/1999 tanggal 14\n  Mei 1999<\/strong>\n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  <\/td><td>\n  &nbsp;\n  <\/td><td>\n  Hubungan hukum berupa perikatan jual-beli\n  satuan Rumah Susun (RUSUN\/Apartemen) di mana pembayarannya diatur\n  secara mengangsur. Para Pembeli\/Konsumen telah membayar uang angsurannya\n  kepada produsen (<em>developer<\/em>). Kemudian ternyata <em>developer<\/em>-produsen-penjual\n  menyatakan tidak sanggup lagi meneruskan pembangunan Apartemen tersebut.\n  Pembatalan perikatan jual beli ini tidak dapat diterima oleh pembeli. Timbul\n  sengketa antara kedua pihak-pembeli dan penjual;<strong>Permasalahan\/sengketa ini\n  \u201cbukan\/tidak\u201d merupakan hutang Debitur yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih\n  seketika<\/strong> karena Debitur tidak membayar sedikitnya satu\n  hutang kepada salah satu Kreditur, sehingga merupakan perkara Kepailitan, ex\n  Pasal 1 (1) UU No. 4\/1998;<strong>Perkara yang demikian ini\n  merupakan perkara perdata tentang Perikatan Jual Beli rumah<\/strong> dengan segala sanksi hukumnya sebagai akibat adanya wanprestasi salah\n  satu pihak yang termasuk <strong>dalam ruang lingkup kewenangan Hakim Perdata ex\n  pasal 1266 jo. 1267 BW. <\/strong>Hakim Niaga tidak berwenang memeriksa dan\n  mengadili perkara tersebut, karena berkaitan dengan Kompetensi Absolut.Majelis Mahkamah Agung dalam\n  pemeriksaan Peninjauan Kembali dalam putusannya tanggal 14 Mei 1999 No. 06\n  PK\/N\/1999 menjatuhkan putusan menolak permohonan Peninjauan Kembali yang\n  diajukan oleh Pemohon;\n  \n  \n  \n  &nbsp;\n  Majelis\n  Mahkamah Agung terdiri dari:\n  Sarwata\n  (Ketua Sidang);\n  H.\n  Zakir, S.H.;\n  Ketut\n  Suraputra, S.H.\n  &nbsp;\n  Para\n  Pihak:\n  PT\n  Modern Land Realty LTD.\n  Vs.\n  Husein\n  Sani dan Johan Subekti\n  &nbsp;\n  <\/td><\/tr><tr><td>\n  6.\n  <\/td><td>\n  <strong>Putusan Mahkamah Agung (Peninjauan Kembali) No. 08 PK\/N\/1999 tanggal 27\n  Mei 1999<\/strong>\n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  <\/td><td>\n  Biaya\/ongkos kerja, atas suatu proyek\n  pekerjaan pembangunan yang timbul dari \u201c<strong>Perjanjian Pemborongan Kerja\u201d<\/strong>\n  di mana proyek tersebut telah selesai dikerjakan dengan baik oleh Pemborong\n  (Kontraktor) dan ternyata pihak pemberi borongan kerja (Debitur) belum\n  membayar lunas ongkos tersebut kepada Kontraktor (Kreditur), maka biaya yang\n  belum dibayar tersebut adalah merupakan <strong>\u201cHutang\u201d<\/strong> ex pasal 1 ayat (1)\n  PERPU No. 1 Tahun 1998 jo. UU No. 4 Tahun 1998;Dalam putusan Majelis Kasasi Mahkamah\n  Agung No. 01\/K\/N\/1999, tanggal 29 Februari 1999 &#8211; <em>vide<\/em> Varia Peradilan\n  Tahun XIV No. 1666, ternyata pendirian <strong>Mahkamah Agung tetap konsisten &#8211;\n  bahwa yang dimaksud dengan \u201cHutang\u201d dalam UU Kepailitan adalah \u201cutang\u201d baik\n  yang timbul karena Undang-Undang maupun karena perikatan yang dapat dinilai\n  dengan sejumlah uang tertentu;<\/strong>\n  \n  &nbsp;\n  Majelis\n  Mahkamah Agung (Peninjauan Kembali) terdiri dari: \n  Sarwata, S.H. (Ketua Sidang);H. Zakir, S.H.;Ketut Suraputra;\n  \n  \n  &nbsp;\n  Para\n  Pihak dalam perkara ini:\n  <strong>PT Suryatata Internusa<\/strong> (Pemohon Pailit) diwakili\n  Kuasanya:\n  Denny Kailimang, S.H.;Harry Ponto, S.H., LL.M;Benny Ponto, S.H.;\n  \n  \n  VS\n  <strong>PT Abdi Persada Nusantara (Termohon Pailit);<\/strong>\n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  <strong>PT Bank Negara Indonesia (PERSERO) Tbk<\/strong>.,\n  diwakili\n  Kuasanya dari Kantor Pengacara Oemar Seno Adji yaitu Wimboyono Seno Adji,\n  S.H., Suratini, S.H., Indriyanto Seno Adji, S.H. MH.;\n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  <strong>PT BNI Multi Finance (Kreditur lain)<\/strong>\n  yang\n  diwakili kuasanya dari Kantor Handra, Darwin, Rahmad dan Rekan yaitu: Handra\n  Deddy Hasan, S.H., Rahmad Irwan, S.H., Affandi M., S.H.\n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  <strong>Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) Taman Festival Bali (Kreditur\n  lain)<\/strong>\n  <\/td><td>\n  &nbsp;\n  &nbsp;\n  <\/td><\/tr><tr><td>\n  &nbsp;\n  7.\n  <\/td><td>\n  <strong>Putusan Mahkamah Agung RI No. 027.K\/N\/1999, tanggal 14 September 1999<\/strong>\n  <strong>&nbsp;<\/strong>\n  <\/td><td>\n  Pengertian\n  Hukum \u201cUtang\u201d yang tercantum dalam pasal 1 ayat 1 dari UU No. 4 Tahun&nbsp; 1998 tentang Kepailitan, penafsiran\n  pengertiannya, tidak dapat dipisahkan dengan \u201cpengertian&nbsp; umum\u201d serta ketentuan dalam Pasal 237 ayat\n  2 dalam UU yang sama, <strong>sehingga pengertian \u201cUtang\u201d yang dimaksud dalam\n  pasal 1 (1) UU 4\/1998 adalah: Setiap kewajiban subjek hukum untuk melakukan\n  pembayaran sejumlah uang tunai kepada pihak lainnya,<\/strong><strong>yang timbul atau bersumber pada Perjanjian Pinjam-meminjam uang; atau<\/strong><strong>yang timbul dari segala bentuk kewajiban hukum untuk membayar sejumlah\n  uang. (i.c. uang pekerjaan pembangunan gedung yang timbul dari <em>construction\n  contract<\/em>)<\/strong>\n  \n  \n  &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; \n  Majelis Mahkamah Agung yang memutuskan perkara ini terdiri dari: \n  M.\n  Yahya Harahap, S.H. (Ketua Sidang);S.O\n  Nainggolan, S.H.; dan Ny.\n  Hj. Marnis Kahar, S.H.\n  \n  \n  &nbsp;\n  Para Pihak dalam Perkara ini:\n  <strong>Ssangyong Engineering &amp; Construction Co. Ltd<\/strong>. <strong>(Pemohon Pailit), <\/strong>\n  diwakili oleh Kuasanya Hidayat Achyar, S.H., Maheswara Prabandono, S.H.,\n  dan Teddy Turangga, S.H. LL.M.\n  VS\n  <strong>PT Citra Jimbaran Indah Hotel (Termohon Pailit),<\/strong> diwakili oleh Kuasanya Indra Sahnun\n  Lubis, S.H.\n  &nbsp;\n  <\/td><td>\n  &nbsp;\n  <\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Semoga Bermanfaat<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>FREDRIK J. PINAKUNARY LAW OFFICES <\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Artikel ini juga tersedia dalam Bahasa Inggris: <a href=\"https:\/\/fjp-law.com\/the-meaning-of-debt-in-the-supreme-courts-decision\/\">The Meaning of Debt in the Supreme Court&#8217;s Decision<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berdasarkan pengamatan kami terhadap pandangan Mahkamah Agung mengenai pengertian utang, terlihat bahwa ada putusan yang mengartikan utang dalam pandangan luas dan ada juga dalam pandangan sempit. Oleh karena itu di bawah ini adalah beberapa putusan Mahkamah Agung terkait hal tersebut. No. Putusan Pandangan Luas Pandangan Sempit 1. Putusan Mahkamah Agung No. 030 K\/N\/1999 tanggal 28 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":29579,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[33,1,72,44,73],"tags":[47,128],"class_list":["post-29575","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-advokat","category-artikel","category-hukum-perdata","category-hutang-piutang","category-perjanjian","tag-hutang-piutang","tag-yurisprudensi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29575","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29575"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29575\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30024,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29575\/revisions\/30024"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29579"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29575"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29575"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fjp-law.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29575"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}